Analisis Spesialisasi Perdagangan dan Dampak Non-Tariff Measures (NTM) Terhadap Ekspor Jahe Indonesia ke Negara- Negara Tujuan Utama
Abstract
Jahe merupakan komoditas andalan ekspor biofarmaka Indonesia tetapi
kinerja ekspor jahe Indonesia justru mengalami penurunan selama beberapa tahun
terakhir. Bahkan pada tahun 2019, Indonesia tercatat memiliki neraca perdagangan
yang negatif dan menjadi negara pengimpor jahe. Penurunan ekspor jahe ini diduga
disebabkan oleh ketidakmampuan produk untuk memenuhi persyaratan non-tariff
measures (NTM) khususnya dalam bentuk sanitary and phytosanitary (SPS) dan
technical barriers to trade (TBT) dari negara tujuan. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis spesialisasi perdagangan jahe Indonesia dan
menganalisis dampak NTM terhadap ekspor jahe Indonesia ke negara-negara tujuan
utama. Hasil dari Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) menunjukkan bahwa
Indonesia masih memiliki spesialisasi perdagangan sebagai eksportir jahe.
Sementara hasil dari analisis regresi data panel dengan model gravity menunjukkan
bahwa SPS berpengaruh positif dan TBT berpengaruh negatif terhadap ekspor jahe
Indonesia ke negara-negara tujuan utama. Ginger is the main commodity of Indonesian herb export. However,
Indonesia’s ginger export performance has declined over the last few years. Even
in 2019, Indonesia had a negative trade balance and became a ginger importer
country. The derivation of ginger export is thought to be caused by product inability
to fulfil non-tariff measures (NTM) requirements especially for sanitary and
phytosanitary (SPS) and technical barriers to trade (TBT). Therefore, this study
aims to analyze the trade specialization of Indonesian ginger and analyze the impact
of NTM on Indonesian ginger export to the main destination countries. The result
of Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) shows that Indonesia still have
specialization in trading as a ginger exporter. Meanwhile the result of panel data
regression analysis using gravity model shows that SPS has a positive effect and
TBT has a negative effect on Indonesian ginger export to the main destination
countries.

