Show simple item record

dc.contributor.advisorWarsiki, Endang
dc.contributor.advisorRahayuningsih, Mulyorini
dc.contributor.authorPuri, Anitsa Asrining
dc.date.accessioned2021-08-24T13:01:01Z
dc.date.available2021-08-24T13:01:01Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108708
dc.description.abstractKelembaban air tinggi pada suatu ruang kemasan dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan mikroba, baik yang bersifat patogen maupun nonpatogen, sehingga produk cepat rusak dan bahkan tidak aman untuk dikonsumsi. Kerusakan yang sering terjadi pada produk pangan diantaranya adalah oksidasi lipid, kerusakan tekstur, reaksi pencoklatan non enzimatik, kerusakan pigmen, pertumbuhan mikroba karena kelembaban air yang tinggi (Maltini et al. 2003). Selain itu, kelembaban air tinggi pada suatu ruang kemasan dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan mikroba, baik yang bersifat patogen maupun nonpatogen. Usaha yang dilakukan untuk mengendalikan jumlah uap air dalam kemasan diantaranya teknik pengemasan vakum, pengemasan dengan penambahan nitrogen, pengemasan atmosfir termodifikasi dan pengemasan dengan penambahan bahan aktif penyerap uap air. Tujuan umum penelitian ini adalah merancang ruang kemasan aktif penyerap uap air untuk mempertahankan mutu roti tawar. Tujuan khusus penelitian ini antara lain mengidentifikasi mikroorganisme dominan perusak roti tawar, mengamati mutu roti tawar selama penyimpanan, mengetahui kinerja berbagai bahan penyerap uap air dan menemukan bahan penyerap terbaik untuk roti tawar, mengaplikasikan moisture absorber terbaik pada kemasan aktif dalam suhu dingin dan ruang untuk mempertahankan mutu roti tawar, mengamati mikrorganisme dominan perusak roti tawar setelah penambahan moisture absorber. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama yaitu untuk mengetahui mikroorganisme dominan perusak, mengamati jenis dari mikroorganisme, perubahan mutu pada roti sebelum pemberian bahan penyerap uap air dalam kemasan. Tahap 2 ditujukan untuk mengetahui kelembaban relatif dan aw pada ruang kemasan, mengukur kinerja moisture absorber sehingga diketahui moisture absorber terbaik. Tahap 3 aplikasi moisture absorber terbaik pada kemasan roti tawar, untuk mengetahui jenis mikroorganisme dominan perusak, serta perubahan mutu produk roti setelah kemasan diberikan moisture absorber. Indikator penurunan mutu dapat dilihat dari total kapang, laju perubahan nilai tekstur, warna (lightness), nilai aw, dan pH. Berdasarkan nilai R2 diketahui bahwa besar hubungan antara lama waktu penyimpanan, suhu dan ruang kemasan terhadap mutu roti tawar. Berdasarkan perhitungan kinetika laju penyerapan menggunakan persamaan Pseudo Ordo 2 kapasitas penyerapan tertinggi pada desikan komposit CaCl2 dengan suhu penyimpanan 40 oC dengan nilai kapasitas penyerapan 1.243 g H2O/ g sampel, sehingga desikan komposit CaCl2 merupakan moisture absorber yang terbaik untuk digunakan pada ruang kemasan, karena tidak mudah mengalami kejenuhan. Ruang kemasan penyimpanan roti tawar yang terbaik adalah dengan perlakuan penambahan moisture absorber desikan komposit CaCl2 pada suhu ruang (MR).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleRancangan Kemasan Aktif Penyerap Uap Air Untuk Mempertahankan Mutu Roti Tawarid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordmoisture absorberid
dc.subject.keyworddesikan komposit CaCl2id
dc.subject.keywordmikroorganisme perusakid
dc.subject.keywordroti tawarid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record