| dc.description.abstract | Simulasi sistem Organic Rankine Cycle (ORC) dilakukan untuk mengetahui
performa dari sistem pembangkit ORC dalam kondisi dan fluida kerja tertentu.
Tujuan penelitian ini adalah melakukan simulasi untuk mengetahui efisiensi termal
fluida kerja R-134a, R-32, R-407A, dan R-422C pada sistem ORC, memilih fluida
kerja yang mampu bekerja secara optimum pada sistem ORC, dan menentukan
hubungan suhu keluar evaporator dan suhu keluar kondensor terhadap efisiensi
termal. Fluida kerja disimulasikan pada suhu outlet evaporator 75°C, 80°C, dan
85°C, serta pada suhu outlet kondensor 20°C sampai 50°C pada setiap kenaikan
suhu 5°C. Properti fluida pada kondisi-kondisi tersebut dianalisis dengan software
REFPROP kemudian menjadi data masukan pada simulasi dengan Cycle Tempo.
Nilai efisiensi termal masing-masing variasi suhu dan refrigeran kemudian
dianalisis untuk mendapatkan nilai dan variasi optimum untuk sistem ORC yang
disimulasikan. Hasil simulasi ORC menunjukkan bahwa R-422C adalah fluida
kerja optimum dengan nilai efisiensi termal sebesar 12.61%. Efisiensi tersebut
didapat pada suhu keluar evaporator 75°C dan suhu keluar kondensor 50°C. Pada
saat tersebut, kalor yang dilepaskan oleh kondensor (Qout) minimum sehingga
setelah suhu dan tekanan fluida dinaikkan pada pompa, kalor yang dibutuhkan (Qin)
untuk menaikkan suhu pada evaporator menjadi tidak terlalu besar. Selain itu,
perbedaan suhu pada evaporator sangat kecil pada suhu tersebut sehingga nilai Qin
rendah dan nilai efisiensi tinggi. | id |