Show simple item record

dc.contributor.advisorSopandie, Didy
dc.contributor.advisorSupijatno
dc.contributor.authorFakhrurrozi, Muhammad
dc.date.accessioned2021-08-05T02:25:55Z
dc.date.available2021-08-05T02:25:55Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108147
dc.description.abstractKegiatan magang dilaksanakan di Kebun Bangun Bandar PT. Socfin Indonesia, Sumatera Utara dari bulan Januari 2020 hingga April 2020. Tujuan khusus magang adalah untuk mempelajari, memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan praktik dalam pengelolaan pemupukan tanaman kelapa sawit yang telah menghasilkan secara teknis dan manajerial. Jenis pupuk yang digunakan di kebun adalah pupuk anorganik seperti Borate, NPK Mg, Urea, Dolomite, Kieserite dan Rock Phosphate serta pupuk organik seperti pupuk kompos. Ketepatan dosis pemupukan rata-rata sebesar 99,63% untuk pupuk Borate dan 99,87% untuk pupuk NPK Mg telah memenuhi standar perusahaan yaitu diatas 95%. Ketepatan jenis pemupukan untuk semua jenis pupuk dan realisasi waktu aplikasi pupuk yang dilaksanakan telah sesuai rekomendasi perusahaan yaitu sebesar 100%. Ketepatan cara dan tempat aplikasi pupuk di lapangan sudah sesuai SOP perusahaan dengan persentase ketepatan diatas 99%. Hasil pengamatan gejala defisiensi hara menunjukan bahwa tanaman kelapa sawit di Kebun Bangun Bandar mengalami sedikit gejala kekurangan unsur hara. Defisiensi hara yang diamati secara visual berdasarkan literatur ditemukan pada TBM adalah defisiensi unsur N, K, dan Mg, sedangkan pada TM berupa defisiensi unsur N, P, K, dan B yang disebabkan oleh penerapan dosis dan waktu pemupukan yang belum tepat. Defisiensi unsur hara tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan produksi karena hanya beberapa tanaman saja yang mengalami gejala defisiensi dan dilakukan pemupukan ulang terhadap tanaman tersebut oleh pihak perusahaan. Pada tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM) memiliki persentase defisiensi sebesar 12% dan 14% dari 150 tanaman yang diamati. Efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja di perkebunan ini telah tercapai dengan nilai prestasi kerja rata-rata sebesar 5,52 Ha Hk-1 untuk Borate dan 2,23 Ha Hk-1 untuk NPK Mg.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleManajemen Pemupukan Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Bangun Bandar PT. Socfin Indonesia, Medan, Sumatera Utaraid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordnutrients deficiencyid
dc.subject.keywordpalm oilid
dc.subject.keywordfertilizer managementid
dc.subject.keywordfertilizerid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record