View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Manajemen Pemupukan Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Bangun Bandar PT. Socfin Indonesia, Medan, Sumatera Utara

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (1.248Mb)
      Full text (3.332Mb)
      Lampiran (1.157Mb)
      Date
      2021
      Author
      Fakhrurrozi, Muhammad
      Sopandie, Didy
      Supijatno
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kegiatan magang dilaksanakan di Kebun Bangun Bandar PT. Socfin Indonesia, Sumatera Utara dari bulan Januari 2020 hingga April 2020. Tujuan khusus magang adalah untuk mempelajari, memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan praktik dalam pengelolaan pemupukan tanaman kelapa sawit yang telah menghasilkan secara teknis dan manajerial. Jenis pupuk yang digunakan di kebun adalah pupuk anorganik seperti Borate, NPK Mg, Urea, Dolomite, Kieserite dan Rock Phosphate serta pupuk organik seperti pupuk kompos. Ketepatan dosis pemupukan rata-rata sebesar 99,63% untuk pupuk Borate dan 99,87% untuk pupuk NPK Mg telah memenuhi standar perusahaan yaitu diatas 95%. Ketepatan jenis pemupukan untuk semua jenis pupuk dan realisasi waktu aplikasi pupuk yang dilaksanakan telah sesuai rekomendasi perusahaan yaitu sebesar 100%. Ketepatan cara dan tempat aplikasi pupuk di lapangan sudah sesuai SOP perusahaan dengan persentase ketepatan diatas 99%. Hasil pengamatan gejala defisiensi hara menunjukan bahwa tanaman kelapa sawit di Kebun Bangun Bandar mengalami sedikit gejala kekurangan unsur hara. Defisiensi hara yang diamati secara visual berdasarkan literatur ditemukan pada TBM adalah defisiensi unsur N, K, dan Mg, sedangkan pada TM berupa defisiensi unsur N, P, K, dan B yang disebabkan oleh penerapan dosis dan waktu pemupukan yang belum tepat. Defisiensi unsur hara tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan produksi karena hanya beberapa tanaman saja yang mengalami gejala defisiensi dan dilakukan pemupukan ulang terhadap tanaman tersebut oleh pihak perusahaan. Pada tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM) memiliki persentase defisiensi sebesar 12% dan 14% dari 150 tanaman yang diamati. Efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja di perkebunan ini telah tercapai dengan nilai prestasi kerja rata-rata sebesar 5,52 Ha Hk-1 untuk Borate dan 2,23 Ha Hk-1 untuk NPK Mg.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108147
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7621]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository