Show simple item record

dc.contributor.advisorHardjomidjojo, Hartrisari
dc.contributor.advisorAnggraeni, Elisa
dc.contributor.authorMadyaratry, Lintang Harwina
dc.date.accessioned2021-02-17T10:17:18Z
dc.date.available2021-02-17T10:17:18Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105966
dc.description.abstractUsaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan unit usaha yang mendapat perhatian besar karena memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Salah satu UMKM yang mendapat perhatian karena berperan sebagai ciri khas Provinsi Lampung adalah UMKM Keripik Pisang. UMKM Keripik pisang ditetapkan sebagai satu-satunya produk OVOP kategori makanan ringan dari Provinsi Lampung berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No 521/M-IND/Kep/12/2015. Bentuk dukungan untuk mengembangkan potensi keripik pisang yang dilakukan masyarakat dan pemerintah adalah dibangunnya Kawasan Sentra Industri Keripik. Hingga saat ini terdapat 32 produsen keripik pisang yang tersebar dalam 48 toko. Namun, UMKM Keripik Pisang memiliki kendala dan hambatan baik secara internal maupun eksternal sehingga dapat mempengaruhi keberlanjutan UMKM Keripik Pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan posisi UMKM keripik pisang di Kawasan Sentra UMKM Keripik Pisang di Provinsi Lampung dan merancang strategi yang tepat dalam meningkatan keberlanjutan usaha pada UMKM keripik pisang di Provinsi Lampung. Penelitian ini diawali dengan sensus pada 32 UMKM dan penentuan dimensi, atribut dan indikator berdasarkan studi literatur kemudian ditinjau ulang oleh pakar untuk mengetahui kondisi faktual pada UMKM. Selanjutnya, pemetaan kondisi UMKM Keripik Pisang menggunakan metode multidimensional scaling yang membagi kondisi menjadi empat kategori. Hasil dari setiap kategori dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok untuk melihat kondisi dan posisi faktual UMKM Keripik Pisang. Simulasi peningkatan pada UMKM dilakukan dengan cara menaikkan nilai scoring sebesar satu tingkat pada atribut yang paling sensitif hasil analisis leverage dari dimensi paling rendah pada tiap UMKM pada masing-masing kelompok. Hasil nilai indeks keberlanjutan pada UMKM Keripik Pisang di Sentra UMKM Provinsi Lampung berada dalam kondisi baik dengan nilai indeks berkisar antara 50-75%. Hasil tersebut membagi UMKM menjadi dua kelompok. Kelompok satu diwakili oleh UMKM 2 dan UMKM 28 dan kelompok dua diwakili UMKM 4 dan UMKM 6. Hasil simulasi dari atribut yang berpengaruh pada UMKM yang mewakili setiap kelompok menunjukkan adanya peningkatan nilai indeks keberlanjutan dari kondisi sebelumnya. Hasil simulasi peningkatan menunjukan bahwa setiap UMKM memiliki strategi yang berbeda pada tiap kelompok untuk meningkatkan keberlanjutan usahanya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePeningkatan Keberlanjutan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Keripik Pisang di Provinsi Lampungid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordSustainability indexid
dc.subject.keywordSustainability businessid
dc.subject.keywordBanana chipsid
dc.subject.keywordStrategiid
dc.subject.keywordUMKMid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record