Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwanto, Y. Aris
dc.contributor.advisorSobir
dc.contributor.authorShandra, Rizky Cynthia
dc.date.accessioned2021-01-11T00:35:41Z
dc.date.available2021-01-11T00:35:41Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105202
dc.description.abstractBawang putih merupakan tanaman hortikultura yang memiliki periode dormansi yang panjang sebelum akhirnya digunakan sebagai benih. Dormansi benih adalah suatu fenomena fisiologi yang umum pada tanaman yang dapat diinduksi melalui beberapa proses hingga menuju ke tahap perkecambahan. Bawang putih umumnya memiliki periode dormansi lebih dari tiga bulan. Untuk kebutuhan budidaya, masalah dormansi menjadi sangat penting untuk dipahami dan dipecahkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan dan air Ultrafine Bubbles (UFBs) terhadap pematahan dormansi dua varietas benih bawang putih yang digunakan. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, tahap pertama menggunakan bawang putih varietas Lumbu hijau dan tahap kedua menggunakan bawang putih varietas Tawangmangu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial intime yang masing-masing terdiri dari dua faktor. Penelitian tahap pertama, faktor pertama adalah suhu penyimpanan yang terdiri dari 3 taraf yaitu suhu 5 oC, 15 oC dan suhu ruang. Faktor kedua adalah konsentrasi air perendaman yang terdiri dari 4 taraf yaitu UFBs 8 ppm, Aquades, UFBs 20 ppm, dan kontrol (tanpa perendaman). Penelitian tahap kedua, faktor pertama adalah durasi perendaman yang terdiri dari 2 taraf yaitu perendaman 24 jam dan perendaman 48 jam. Faktor kedua adalah konsentrasi air perendaman sama seperti penelitian tahap pertama. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan panjang plumula hingga 60%. Khusus penelitian tahap kedua dilanjutkan dengan benih yang telah patah dormansi ditanam di lahan menggunakan Rancangan Acak kolompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu durasi perendaman dan air perendaman. Hasil penelitian menunjukan faktor perlakuan suhu penyimpanan, jenis air perendaman dan durasi perendaman berpengaruh pada pematahan dormansi. Tahap pertama dengan varietas Lumbu hijau lebih cepat patah dormansi pada suhu 15 oC benih direndam dengan aquades dan UFBs 20 ppm. Tahap kedua dengan varietas Tawangmangu patah dormansi lebih cepat terjadi pada benih yang direndam 24 jam dengan UFBs 20 ppm. Sementara selama proses tanam di lahan, jenis air perendaman dan durasi perendaman tidak memberikan perbedaan dan pengaruh yang nyata terhadap daya tumbuh dan hasil panen.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPostharvest Technologyid
dc.titlePematahan Dormansi Benih Bawang Putih (Allium sativum L.) Menggunakan Teknologi Ultrafine Bubbles Waterid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordsuhu rendahid
dc.subject.keyworddormansi bawang putihid
dc.subject.keywordperkecambahanid
dc.subject.keywordLumbu hijauid
dc.subject.keywordTawangmanguid
dc.subject.keywordbenih bawang putihid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record