Show simple item record

dc.contributor.advisorSuwarno, Willy Bayuardi
dc.contributor.advisorSutjahjo, Surjono Hadi
dc.contributor.authorTriawardani, Sinta Dewi
dc.date.accessioned2020-12-24T01:06:35Z
dc.date.available2020-12-24T01:06:35Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104644
dc.description.abstractJagung merupakan komoditas penting yang bermanfaat sebagai bahan pangan, bahan pakan ternak, serta bahan baku industri sehingga perlu upaya meningkatkan potensi hasil jagung. Peningkatan potensi hasil dapat dilakukan melalui program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi hasil 30 hibrida jagung dan mengelompokkan galur-galur tetuanya ke dalam grup heterotik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Seed Center, dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University, Bogor mulai bulan September 2019 hingga Februari 2020. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan kelompok lengkap teracak dengan tiga ulangan. Terdapat 32 hibrida yang diuji yaitu 30 hibrida jagung hasil persilangan antara galur-galur IPB (line) dengan dua galur penguji (tester) dari Balai Penelitian Tanaman Serealia (Mr14 dan Nei9008), serta dua varietas hibrida komersil sebagai varietas pembanding (BISI2 dan NK6172). Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman antar genotipe pada karakter umur berbunga betina, anthesis-silking interval (ASI), tinggi tanaman, tinggi tongkol, diameter batang, jumlah tongkol, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris biji, bobot tongkol per tanaman, bobot biji per tongkol, bobor seribu biji, rendemen hasil, kadar air, dan hasil pipilan kering. Hibrida L15xMr14 memiliki potensi hasil terbaik dari 30 hibrida yang diuji, nyata lebih tinggi terhadap varietas BISI2, dan tidak berbeda nyata terhadap varietas NK6172. Nilai daya gabung umum tertinggi untuk hasil pipilan kering dimiliki P13 dan Mr14, sedangkan L15xMr14 memiliki nilai daya gabung khusus tertinggi. Hasil pipilan kering berkorelasi positif nyata dengan tinggi tanaman, tinggi tongkol, diameter batang, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Terdapat dua kelompok heterotik yang membagi line berdasarkan nilai DGK hasil pipilan kering, dimana rata-rata hasil dari persilangan antar kelompok lebih besar dibandingkan dengan persilangan dalam kelompok.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgronomy and Horticultureid
dc.titleEvaluasi Potensi Hasil 30 Hibrida Jagung (Zea mays L.) dan Pembentukan Grup Heterotik Galur-Galur Tetuanyaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keyworddaya gabungid
dc.subject.keywordjagung hibridaid
dc.subject.keywordline x testerid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record