| dc.description.abstract | Sapi bali (Bos javanicus) adalah sapi pedaging asli Indonesia yang merupakan
hasil domestikasi banteng (Bibos banteng). Sapi bali memiliki keunggulan jika
dibandingkan dengan sapi lokal lainnya karena pruduktivitas dan reproduksinya
yang lebih tinggi dan dapat beradaptasi pada lingkungan marjinal. Gen Myostatin
(MSTN) atau yang dikenal dengan Growth Differentiation Factor-8 (GDF-8)
merupakan anggota dari TGF-β yang memegang peran penting dalam mengatur
pertumbuhan otot serta kualitas daging. Pada sapi gen MSTN terletak di kromosom
2, memiliki 3 ekson dan 2 intron dengan panjang total 6 646 pb serta memiliki 375
asam amino. Apabila terjadi mutasi maka akan menyebabkan tidak berperannya
gen MSTN di dalam sel yang akan menyebabkan terjadinya hipertrofi dan
hiperplasia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis
keragaman Single Nucleotide Polymorphism (SNP) gen MSTN di daerah coding
(ekson 1, ekson 2 dan ekson 3) dan mengasosiasikannya dengan sifat pertumbuhan.
Sampel darah diambil dari 52 ekor sapi bali jantan yang berasal dari BPTUHPT
Denpasar, Provinsi Bali dan 10 ekor sapi limosin yang berasal dari BPTUHPT
Padang Mangatas, Provinsi Sumatera Barat sebagai pembanding. Analisis
DNA dilakukan secara bertahap yaitu mulai dari mengekstraksi DNA,
mengamplifikasi gen MSTN dengan metode PCR dan melakukan sekuensing. Data
hasil sekuensing selanjutnya dianalisis dengan menggunakan FinchTV, BioEdit
dan MEGA7. Asosiasi keragaman gen MSTN terhadap sifat pertumbuhan meliputi
bobot lahir, bobot 205 hari, bobot 365 hari, bobot 730 hari dan pertambahan berat
badan dilakukan dengan menggunakan uji-t menggunakan SAS 9.4.
Amplifikasi gen MSTN di daerah coding (ekson 1, ekson 2 dan ekson 3) pada
sapi bali dan sapi limosin berhasil dilakukan pada suhu 55 oC, 56 oC dan 60 oC
dengan panjang produk 608 pb, 622 pb dan 451 pb. Dalam penelitian ini ditemukan
18 SNP pada sapi bali dan 12 SNP pada sapi limosin. Frekuensi alel SNP yang
ditemukan pada sapi bali berada dalam keadaan equilibrium, sedangkan 12 SNP
yang ditemukan pada sapi limosin secara umum juga dalam keseimbangan Hardy-
Weinberg kecuali pada SNP c.2411 C>T. Terdapat 3 SNP yaitu c.4900 T>G, c.4905
C>G dan c.4907 C>G yang berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap bobot lahir pada
sapi bali. Hasil penelitian yang mengungkap hubungan antara beberapa SNP gen
MSTN yang berasosiasi dengan bobot lahir diharapkan dapat dijadikan sebagai
kandidat penanda genetik bobot lahir sapi bali. | id |