Show simple item record

dc.contributor.advisorWardiatno, Yusli
dc.contributor.advisorZairion
dc.contributor.authorBeni
dc.date.accessioned2020-12-06T03:24:56Z
dc.date.available2020-12-06T03:24:56Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104185
dc.description.abstractTingkat pemanfaatan lobster di perairan Kabupaten Wonogiri sudah mengalami penangkapan berlebih (overfishing). Permasalahan lain nelayan lobster di Kabupaten Wonogiri adalah hasil tangkapan yang tidak tercatat dan adanya keengganan untuk melepaskan lobster berukuran kecil maupun dalam kondisi bertelur. Lobster batu (Panulirus penicillatus) merupakan hasil tangkapan utama nelayan lobster di perairan Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi dan menyusun prioritas pengelolaan sumber daya lobster batu (P. penicillatus) berkelanjutan di Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam merumuskan kebijakan pengelolaan perikanan lobster di Kabupaten Wonogiri dengan tetap menyeimbangkan antara kelestarian ekosistem dan tujuan ekonomi masyarakat. Penelitian dilakukan selama 6 (enam) bulan, mulai Agustus 2018 sampai Januari 2019 di Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Data primer meliputi data lobster (jenis kelamin, panjang karapas dan berat individu), karakteristik habitat, data kepatuhan implementasi peraturan penangkapan lobster, dan data pendapatan nelayan. Karakteristik habitat daerah penangkapan lobster dilakukan dengan mengambil sampel air di enam lokasi sepanjang pesisir Kabupaten Wonogiri. Data aspek kepatuhan implementasi peraturan penangkapan lobster, aspek pendapatan nelayan, serta pengelolaan sumber daya lobster batu berkelanjutan dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner kepada 133 responden. Analisis yang digunakan meliputi analisis kualitatif, kuantitatif, deskriptif kuantitatif, SWOT, dan AHP. Jumlah total sampel lobster yang diperoleh sebanyak 773 ekor, terdiri atas 677 ekor (87.58%) lobster batu (P. penicillatus), 68 ekor (8.80%) lobster pasir (P. homarus), dan 28 ekor (3.62%) lobster mutiara (P. ornatus). Nisbah kelamin lobster batu (P. penicillatus) jantan dan betina masing-masing sebesar 1.35:1. Laju eksploitasi (E) lobster batu jantan dan betina sebesar 0.77 dan 0.78. Hal ini menunjukan bahwa laju eksploitasi (E) lobster batu di perairan Kabupaten Wonogiri telah mengalami eksploitasi berlebih. Karakteristik habitat lobster terdiri atas suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, serta padatan tersuspensi total dan jenis substrat secara umum menunjukan kesesuaian dengan habitat lobster serta baku mutu air laut untuk biota laut. Hasil perhitungan pendapatan bersih rata-rata yang diterima nelayan setiap bulan pada musim paceklik Rp442 247; musim puncak Rp1 768 679; dan musim sedang Rp1 134 243. Rata-rata tingkat kepatuhan nelayan lobster terhadap implementasi peraturan penangkapan lobster di Kabupaten Wonogiri sebesar 1.78 (kategori kurang patuh). Hasil Analisis perumusan strategi A’WOT pada pengelolaan perikanan lobster batu (P. penicillatus) berkelanjutan di perairan Kabupaten Wonogiri ditetapkan alternatif strategi S-T. Prioritas strategi terpilih adalah pengembangan alat tangkap lobster yang ramah lingkungan dengan nilai 35.4% dan prioritas kedua adalah penguatan peran pedagang maupun pengepul dalam pengendalian hasil tangkapan dengan nilai 30.5%.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcCoastal Marine Resourcesid
dc.titleStrategi Pengelolaan Sumber Daya Lobster Batu (Panulirus penicillatus) Berkelanjutan di Perairan Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengahid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordParanggupitoid
dc.subject.keywordlaju eksploitasiid
dc.subject.keywordkepatuhanid
dc.subject.keywordSWOTid
dc.subject.keywordAHPid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record