Show simple item record

dc.contributor.advisorErizal
dc.contributor.authorMalarvanan, Shema Tharsyini
dc.date.accessioned2020-08-03T03:11:34Z
dc.date.available2020-08-03T03:11:34Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103425
dc.description.abstractProyek melibatkan lebih banyak interaksi manusia dibandingkan dengan penggunaan teknologi atau mesin. Tujuan penelitian ini adalah menghitung tingkat produktivitas pekerja, mengidentifikasi pekerjaan kritis dan adanya keterlambatan yang terjadi serta memperkirakan keterlambatan atau percepatan penyelesaian proyek pembangunan pengembangan RSUD Wates. Analisis dilakukan dengan work sampling method, diagram jalur kritis dan diagram kurva S.Dari 9 lokasi yang diamati maka pekerjaan pengecoran jalan rigid memiliki tingkat produktivitas yang paling tinggi yaitu sebesar 100% sedangkan pengecoran helipad IRNA memiliki tingkat produktivitas paling rendah yaitu 36.23%. Ketiga pekerjaan pembuatan dinding juga memiliki tingkat produktivitas yang lebih rendah daripada tingkat produktivitas minimum (65%) dengan nilai masing-masing sebesar 54.4%, 50.32% dan 52.7%. Dapat disimpulkan bahwa produktivitas pekerja sangat berdampak terhadap kelancaran suatu proyek. Dapat dilihat secara graphis dari kurva S realisasi terhadap kurva S rencana bahwa terjadi keterlambatan di awal pelaksanaan proyek tetapi kemudian terjadi percepatan sehingga proyek diperkirakan selesai lebih cepat dari rencana.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcCivil and Environmental Engineeringid
dc.subject.ddcProductivityid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcWates-Yogyakartaid
dc.titlePengukuran Tingkat Produktivitas Pekerja di Proyek Pembangunan Pengembangan RSUD Wates, Yogyakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordketerlambatan proyekid
dc.subject.keywordkurva Sid
dc.subject.keywordproduktivitas pekerjaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record