| dc.description.abstract | Forum Air Dunia II di Den Haag pada Maret 2000, sudah memprediksikan
Indonesia termasuk salah satu negara yang akan mengalami krisis airpada 2025.
Penyebabnya adalah kelemahan dalam pengelolaan air. Akibatnya saat musim
kemarau menyebabkan beberapa daerah mengalami kesulitan untuk mendapatkan
air bersih, sehingga masyarakat melakukan strategi untuk tetap dapat mengakses
kebutuhan air bersih. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis strategi
komunitas dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang dilakukan oleh Sarana Air
Bersih “Berkah” di Kampung Cibeureum, Kelurahan Cisarua Kabupaten Bogor.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan didukung dengan metode
kuantitatif. Metode kuantitatif menggunakan instrumen kuesioner yang ditujukan
pada responden pengguna sarana air komunitas. Kemudian didukung oleh data
kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengelolaan sarana air bersih komunitas di kampung Cibeureum dinilai cukup
dapat memenuhi kebutuhan kurangnya air bersih dimasyarakat kampung
Cibeureum. Tetapi dari hasil yang di dapatkan, diketahui bahwa sampai pada saat
ini responden masih menggunakan berbagai sarana air lainnya. Sarana air tersebut
terdiri dari sarana air komunal, sarana air kaftering, dan membeli juga meminta air
untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat Kampung Cibereum. Sehingga
dibahas lebih lanjut dalam penulisan ini. | id |