Show simple item record

dc.contributor.advisorHamim
dc.contributor.advisorSurono
dc.contributor.authorAhadi, Nurfiqri Dwi
dc.date.accessioned2020-02-17T04:18:17Z
dc.date.available2020-02-17T04:18:17Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102082
dc.description.abstractProses akhir pertambangan emas menghasilkan material yang dikenal sebagai tailing atau ampas yang masih mengandung beragam logam berat seperti Pb. Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas) dan kemiri sunan (Reutealis trisperma) adalah kelompok tanaman penghasil non-edible oil yang mampu hidup di lahan marjinal sehingga dapat dimanfaatkan untuk meremediasi tanah tailing tambang. Kelompok cendawan dark septate endophyte (DSE) dilaporkan dapat berperan dalam membantu resistensi tanaman terhadap logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh interaksi antara cendawan DSE dengan tanaman jarak pagar dan kemiri sunan dalam menunjang pertumbuhan tanaman serta kemampuan tanaman dalam menyerap logam berat. Isolat DSE KSP1 dipilih sebagai isolat yang akan diinokulasian ke tanaman dalam penelitian ini karena menunjukan pertumbuhan terbaik dibanding isolat yang lain pada proses seleksi isolat. Anakan tanaman berumur 1 bulan digunakan pada percobaan dengan menggunakan media yang terdiri dari tanah dengan campuran 0, 50, dan 100% tailing. Perlakuan dengan atau tanpa DSE dilakukan di awal penanaman. Pengamatan kolonisasi cendawan dan pertumbuhan dilakukan 49 hari setelah perlakuan. Isolat cendawan DSE KSP1 berhasil mengkolonisasi akar tanaman jarak pagar dan kemiri sunan pada seluruh perlakuan namun dengan persen kolonisasi yang semakin menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi tailing. Inokulasi cendawan DSE pada kedua tanaman tersebut mampu meningkatkan laju pertumbuhan tanaman, panjang akar, serta bobot kering tanaman. Inokulasi cendawan DSE juga berdampak pada turunnya serapan logam Pb oleh kedua tanaman pada semua perlakuan, kecuali pada perlakuan tailing 50% tanaman jarak pagar yang diinokulasi cendawan DSE mampu menyerap lebih banyak Pb. Kedua tanaman memiliki nilai Bioconcentration Factor (BCF) kurang dari 1 sehingga dikatergorikan sebagai phytostabilizer.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBiologyid
dc.subject.ddcFungiid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePeran Cendawan Dark Septate Endophyte (DSE) pada Fitoremediasi Tailing Tambang Emasid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keyworddark septate endophyteid
dc.subject.keywordfitoremediasiid
dc.subject.keywordjarak pagarid
dc.subject.keywordkemiri sunanid
dc.subject.keywordtailingid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record