Show simple item record

dc.contributor.advisorSulistiyani
dc.contributor.advisorAmbarsari, Laksmi
dc.contributor.authorSabdariffa, Ella Maudy
dc.date.accessioned2020-02-17T03:14:33Z
dc.date.available2020-02-17T03:14:33Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102068
dc.description.abstractKakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kulit kakao belum dimanfatkan secara maksimal padahal kandungan pektin yang terdapat didalamnya dapat berpotensi sebagai antikanker. Pembentukan nanopartikel dilakukan untuk meningkatkan bioavailabilitas pektin melalui sistem gelasi ionik dengan penambahan ion Zn2+. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan nanopartikel Zn-pektin kulit buah kakao dalam menginduksi apoptosis sel ragi. Induksi apoptosis merupakan target yang menjanjikan dalam pengobatan antikanker. Kemampuan induksi apoptosis diamati dengan perhitungan frekuensi sel petit dan analisis morfologi sel dengan scanning electron microscope (SEM). Frekuensi sel petit pada pektin kulit buah kakao sebesar 88.17±7.10% sedangkan nanopartikel Zn-pektin sebesar 94.05±7.96%. Berdasarkan analisis morfologi sel pektin dapat menginduksi apoptosis ditandai dengan adanya pelepuhan membran pada permukaan sel. Pembuatan nanopartikel Zn-pektin kulit buah kakao tidak menunjukkan adanya pelepuhan membran ditandai dengan permukaan sel yang halus. Fenomena apoptosis tidak bisa diperlihatkan dengan perlakuan Zn-pektin.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBiochemistryid
dc.subject.ddcInductionid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleInduksi Apoptosis pada Sel Saccharomyces cerevisiae oleh Nanopartikel Pektin Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.).id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordnanopartikeid
dc.subject.keywordpektinid
dc.subject.keywordapoptosisid
dc.subject.keywordkulit buah kakaoid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record