Show simple item record

dc.contributor.advisorPurnamadewi, Yeti Lis
dc.contributor.authorNovista, Tsaniya
dc.date.accessioned2020-02-11T03:50:14Z
dc.date.available2020-02-11T03:50:14Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101847
dc.description.abstractUntuk meningkatkan pemerataan pembangunan ekonomi, pemerintah menetapkan daerah tertinggal untuk kemudian ditetapkan kebijakan yang dapat mempercepat pembangunan ekonominya dan mengejar ketertinggalannya dari daerah lainnya. Berdasarkan Peraturan Presiden, di tahun 2015, salah satu provinsi yang masih memiliki daerah tertinggal terbanyak di Indonesia adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Padahal ditinjau dari tingkat pertumbuhan ekonominya relatif tinggi. Dengan demikian tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi perkembangan ekonomi daerah tertinggal di NTT dan merumuskan percepatan perkembangan ekonomi daerah tertinggal tersebut. Hasil analisis Tipologi Klassen, menunjukkan bahwa sebagian besar (11 dari 18 daerah tertinggal NTT) masih teridentifkasi sebagai wilayah tertinggal/perekonomiannya rendah. Sebagian besar daerah tertinggal yang perekonomiannya rendah tersebut, memiliki sektor unggulan (analisis Location Quontient/LQ) adalah sektor pertanian; sementara daerah lainnya memiliki sektor unggulan bervariasi, diantaranya pertambangan dan penggalian, perdagangan, jasa perusahaan dan real estate. Kecuali Kabupaten Timor Tengah Utara, kabupaten lainnya memiliki ketertinggalan dalam banyak aspek. Hasil analisis ekonometrik data panel menunjukkan bahwa variabel yang secara signifikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tertinggal yang perekonominannya rendah adalah peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Dengan demikian untuk mempercepat perekonomian daerah tertinggal di NTT adalah dengan memprioritaskan pembangunan ekonomi kepada daerah tertinggal yang perekonomiannya masih rendah (11 daerah tertinggal) melalui pengembangan sektor unggulanya, meningkatkan pengeluaran pemerintah dan DAK kepada sektor pertanian dan sektor unggulan lainnya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcEconomics developmentid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcNusa Tenggara Timurid
dc.titlePercepatan Pembangunan Ekonomi Daerah Tertinggal di Provinsi Nusa Tenggara Timurid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordDAKid
dc.subject.keywordklassen typologiid
dc.subject.keywordlocation quotientid
dc.subject.keywordpendapatan per kapitaid
dc.subject.keywordpengeluraan konsumsi pemerintahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record