| dc.description.abstract | Trek segitiga adalah roda penggerak berupa roda rantai panjang dan lebar yang
kedua ujungnya saling terhubung dan digerakkan oleh roda gigi di dalamnya.
Umumnya trek segitiga berbentuk memanjang atau disebut dengan crawler.
Rancangan trek segitiga pada roda belakang kendaraan roda tiga (Viar Karya 300)
bertujuan untuk menambah tenaga traksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang
bangun dan melakukan uji kinerja trek segitiga sebagai roda penggerak pada
kendaraan roda tiga. Rancangan trek segitiga yang dibuat memiliki komponen
fungsional yakni rangka, sproket dan rantai, roller, idler, sepatu trek, dan flens. Hasil
analisis struktural memiliki nilai yang baik hal ini dapat dilihat dari simulasi stress
dan displacement masing-masing komponen yang diarancang memiliki nilai dibawah
batas aman menggunakan Software Solidworks 2016. Roda trek dirancang agar
mudah dibongkar pasang dengan roda ban. Pemasangan roda trek menyebabkan
dimensi kendaraan sedikit berubah terutama pada bagian belakang ground clearance
kendaraan bertambah dari 270 mm menjadi 320 mm. Uji fungsional roda trek dapat
berjalan dengan baik di berbagai jenis medan hal ini sesuai spesifikasi roda trek yang
dirancang dapat beroperasi disegala jenis medan. Perancangan dudukan dan
pengganitan snapring dan boss dapat menambah keseimbangan roda trek saat
berjalan sehingga masalah di lapang seperti roda terbalik, poros sambungan flens
lepas, maupun perubahan titik center idler dapat diatasi. Data kinerja kecepatan
menunjukkan 6.073 m/s pada medan tanah dengan tingkat gigi transmisi 2 sehingga
dapat disimpulkan kriteria desain dapat tercapai. Selain itu pada uji radius belok
kendaraan setelah dipasang roda trek dapat beroperasi dengan baik namun dengan
nilai yang sedikit lebih besar yaitu radius belok kanan 4.49 m, roda dalam 3.06 m,
dan roda depan 4.62 m dan radius belok kiri 4.7 m, roda dalam 3.215 m, dan roda
depan 4..85 m. Pengujian pada tanjakan menunjukkan bahwa pemasangan roda trek
menyebabkan kemiringan kendaraan berubah dari 6.42 menjadi 7.57. Hal ini
menyebabkan kerangka kendaraan roda tiga tidak menabrak tanjakan yang dilewati
sehingga kendaraan dengan mudah melaju. Selain itu roda trek yang memiliki luas
penampang yang lebih besar dari pada roda ban, menyebabkan tenaga dorong yang
dihasilkan lebih besar dan slip dapat dihindari. | id |