Pengaruh Acidifier dan Mannan Oligosakarida terhadap Performa Sapi Penggemukan di Feedlot, Pangakalan Bun, Kalimantan Tengah.
| dc.contributor.advisor | Diapari, Didid | |
| dc.contributor.advisor | Priyanto, Rudy | |
| dc.contributor.author | Hermawan, Ghazi Ashfahani Shafa | |
| dc.date.accessioned | 2020-01-21T04:17:33Z | |
| dc.date.available | 2020-01-21T04:17:33Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101151 | |
| dc.description.abstract | Penambahan imbuhan pakan seperti mannan oligosakarida (MOS) dan acidifier pada ransum untuk ruminansia diketahui dapat memperbaiki dan mempertahankan kondisi ekologi rumen. Imbuhan pakan yang diaplikasikan ke dalam ransum diharapkan dapat meningkatkan konsumsi bahan kering, bobot badan hidup, serta pertambahan bobot badan harian (PBBH). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan imbuhan pakan berupa MOS dan acidifier terhadap performa dan efisiensi pakan sapi penggemukan berjenis Brahman Cross. Penelitian ini menggunakan 120 ekor sapi jantan kastrasi Brahman Cross dengan bobot awal rata-rata 288 ±17.4 kg ekor-1 yang didistribusikan ke dalam empat kelompok perlakuan pakan. Empat kelompok perlakuan tersebut adalah perlakuan kontrol (konsentrat tanpa imbuhan pakan), perlakuan acidifier (konsentrat dengan acidifier sebagai imbuhan pakan), perlakuan MOS (konsentrat dengan MOS sebagai imbuhan pakan), dan perlakuan acidifier + MOS (konsentrat dengan acidifier dan MOS sebagai imbuhan pakan). Pemberian pakan meliputi konsentrat berbasis limbah sawit dan pelepah sawit sebagai hijauan dengan perhitungan kebutuhan bahan kering harian sebesar 2.5% bobot hidup ternak. Data konsumsi bahan kering harian tiap perlakuan dikoleksi setiap hari selama 90 hari, sedangkan data bobot badan individu dikoleksi setiap 30 hari. Data kemudian diuji secara deskriptif untuk parameter konsumsi bahan kering dan uji repeated measurement analysis of covariance untuk parameter bobot badan dan PBBH. Hasil uji deskriptif menunjukkan perlakuan acidifier memiliki konsumsi bahan kering harian yang lebih tinggi pada setiap periode day on feed (DoF) dibanding perlakuan lainnya. Analisis statistik pada parameter bobot badan serta PBBH menunjukkan bahwa secara umum pada setiap periode DoF perlakuan acidifier memiliki nilai yang lebih tinggi dan berbeda nyata dibanding perlakuan lainnya (P<0.05). | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Animal Feeding | id |
| dc.subject.ddc | Acidifier | id |
| dc.subject.ddc | 2019 | id |
| dc.subject.ddc | Kalimantan Tengah | id |
| dc.title | Pengaruh Acidifier dan Mannan Oligosakarida terhadap Performa Sapi Penggemukan di Feedlot, Pangakalan Bun, Kalimantan Tengah. | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | acidifier | id |
| dc.subject.keyword | MOS | id |
| dc.subject.keyword | performa | id |
| dc.subject.keyword | sapi steer brahman cross (BX) | id |

