Show simple item record

dc.contributor.advisorSugema, Iman
dc.contributor.advisorHolis, Ade
dc.contributor.authorRamadhani, Fitria
dc.date.accessioned2020-01-20T06:13:14Z
dc.date.available2020-01-20T06:13:14Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101104
dc.description.abstractBerdasarkan sistem operasionalnya, Indonesia menganut sistem perbankan ganda yaitu konvensional dan syariah. Penerapan sistem bagi hasil dianggap telah menyelamatkan perbankan syariah dari krisis keuangan pada tahun 1998. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sistem tersebut mendorong perbankan syariah mengambil lebih banyak risiko sehingga berpotensi menyebabkan kegagalan bank. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan risiko insolvensi perbankan konvensional dan syariah di Indonesia periode 2009 sampai 2018. Dengan menggunakan Z-score sebagai indikator risiko insolvensi dari kedua perbankan, hasil uji beda menunjukkan bahwa secara statistik perbankan konvensional memiliki risiko insolvensi yang lebih rendah dibandingkan dengan syariah. Hal tersebut disebabkan oleh perbankan konvensional memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menciptakan keuntungan dan menyediakan modal untuk mengatasi risiko kerugian.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcSharia economicsid
dc.subject.ddcInsolving riskid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcIndonesiaid
dc.titlePerbandingan Risiko Insolvensi Perbankan Konvensional dan Syariah (Studi Kasus: Indonesia).id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordperbankan konvensionalid
dc.subject.keywordperbankan syariahid
dc.subject.keywordrisiko insolvensiid
dc.subject.keyworduji bedaid
dc.subject.keywordZ-scoreid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record