Show simple item record

dc.contributor.advisorSantoso, Joko
dc.contributor.advisorTrilaksani, Wini
dc.contributor.authorBr Sitepu, Gressty Sari
dc.date.accessioned2020-01-02T07:28:52Z
dc.date.available2020-01-02T07:28:52Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100741
dc.description.abstractKolagen merupakan protein berbentuk fibrous yang keberadaanya mencapai 25-30% di dalam tubuh. Sumber bahan baku kolagen umumnya diproduksi dari kulit dan tulang hewan darat seperti sapi dan babi. Bahan baku ini tidak dibenarkan bagi pemeluk Agama Islam dan Hindu sehingga permasalahan ini memberikan peluang besar pada pemanfaatan hewan akuatik yaitu ikan sebagai sumber kolagen. Salah satu jenis ikan yang saat ini berkembang pesat adalah ikan patin. Produksi ikan patin terus meningkat setiap tahunnya dan menghasilkan hasil samping pascapengolahan, termasuk gelembung renang. Gelembung renang memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga dapat menjadi alternatif sumber bahan baku kolagen, yang pemanfaatanya berkembang di bidang farmasi, pangan dan kosmetik. Proses pengolahan gelembung renang menjadi kolagen diawali dengan perlakuan pretreatment yang umumnya menggunakan larutan alkali, dilanjutkan dengan ekstraksi. Metode ekstraksi kolagen telah banyak dikembangkan diantaranya metode hidrotermal, enzim dan asam, namun hingga kini ekstraksi asam masih mendominasi karena cukup mudah dilakukan dan memiliki kemampuan tinggi dalam mengekstraksi kolagen. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik gelembung renang ikan patin, perlakuan terpilih dalam proses praekstraksi dan ekstraksi, mengevaluasi karakteristik kolagen serta aplikasinya sebagai sediaan krim wajah. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu preparasi dan karakterisasi gelembung renang ikan patin (Pangasius sp.) serta penghilangan protein nonkolagen; proses ekstraksi kolagen menggunakan asam asetat dan karakterisasi kolagen kering; formulasi dan karakterisasi sediaan krim wajah dari kolagen gelembung renang ikan patin (Pangasius sp.). Karakterisasi gelembung renang (analisis proksimat dan asam amino) disajikan secara deskriptif. Pretreatment dengan perendaman dalam larutan KOH konsentrasi 0.05; 0.1 dan 0.15 M selama 12 jam dengan pergantian larutan KOH setiap 2 jam dan proses ekstraksi dalam larutan CH3COOH konsentrasi 0.25 M; 0.5 M dan 0.75 M selama 24, 48 dan 72 jam dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan perangkat lunak SAS 9.4 dan jika berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Analisis data karakteristik sensori dan mikrobiologi sediaan krim dilakukan secara deskriptif sedangkan analisis data karakteristik fisik yang meliputi viskositas, konsistensi dan stabilitas sediaan krim plasebo (krim A) dan krim kolagen (krim B) menggunakan uji Independent Sample Test (Uji-t) dengan perangkat lunak Microsoft excell kemudian data di interpretasikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi gelembung renang sebesar 1.43±0.5% dari berat total ikan. Gelembung renang ikan patin memiliki kadar protein 85.24±0.18% (bk) yang didominasi oleh asam amino penyusun kolagen yaitu glisina (56.85 mg/g), prolina (31.03 mg/g), dan alanina (23.85 mg/g). Tahap pretreatment terpilih pada perlakuan konsentrasi 0.05 M KOH dengan lama waktu perendaman 8 jam. Ekstraksi kolagen dari gelembung renang ikan patin menggunakan metode asam yang terpilih adalah kombinasi perlakuan konsentrasi asam asetat 0.5 M dengan waktu perendaman 48 jam. Kolagen gelembung renang ikan patin perlakuan terpilih menghasilkan rendemen 16.04±0.6% dengan kandungan protein 96.48±0.27% (bb); tidak terdeteksi logam berat (Pb, Hg, As, Cd); pH (5.23±0.51); derajat putih (86.32±0.9%); asam amino yang terdeteksi utamanya adalah alanina (91.75 mg/g), glisina (299.49 mg/g), dan prolina (125.38 mg/g); spektrum FTIR kolagen menunjukkan adanya gugus amida A, amida B, amida I, amida II dan amida III; memiliki suhu transisi gelasi (Tg) 84ºC; memiliki struktur permukaan berupa lekukan dengan ketebalan lapisan tipis. Krim pelembab wajah dengan penambahan 6% kolagen memiliki kestabilan yang baik selama penyimpanan 8 minggu, jumlah mikroba dibawah ambang batas, sensori (warna gingseng, bau harum dan homogen), nilai pH (5.78±0.03), viskositas (86 637±130.15 cPs) dan konsistensi (46.00±1.01 mm).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAquatic product technologyid
dc.subject.ddcCatfish swim bladderid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleEkstraksi dan Profiling Kolagen Gelembung Renang Ikan Patin (Pangasius sp.) sebagai Sediaan Krim Wajahid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordekstraksi asamid
dc.subject.keywordgelembung renangid
dc.subject.keywordkolagenid
dc.subject.keywordkrim wajahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record