Show simple item record

dc.contributor.advisorRustiadi, Ernan
dc.contributor.advisorSyaukat, Yusman
dc.contributor.authorPratama, Ahmad Herlyasa Sosro
dc.date.accessioned2019-12-30T03:53:22Z
dc.date.available2019-12-30T03:53:22Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100685
dc.description.abstractKota Bangkalan menjadi salah satu pusat kegiatan skala regional kabupaten dalam Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) Gerbangkertosusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan) dengan Surabaya sebagai pusatnya. Maka dari itu, untuk mengimbangi pembangunan deagan daerah - daerah SWP lainnya. Secara umum, tujuan kajian ini adalah merumuskan strategi pengembangan wilayah ekonomi yang ada di Kabupaten Bangkalan. melalui analisis Input-output (I-O) dan Analithical Hierarchy Processs (AHP). Terdapat 4 langkah analisis I-O, antara lain keterkaitan sektor ekonomi, sektor kunci, pengganda sektor ekonomi, dan dampak investasi. Analisis I-O dilakukan sebagai dasar alternatif strategi yang ditindaklanjuti dengan analisis AHP. Prioritas alternatif strategi yang dihasilkan melalui analisis AHP diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan dalam menentukan prioritas pengembangan investasi sektor ekonomi di Kabupaten Bangkalan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor yang memiliki keterkaitan ke belakang total terbesar adalah sektor Industri makanan, minuman, dan tembakau; sektor angkutan laut, sungai, danau & penyeberangan; sektor angkutan jalan raya sebesar, sektor lembaga keuangan bukan bank dan sektor barang kayu, dan hasil hutan lainnya. Sektor yang memiliki nilai keterkaitan ke depan langsung terbesar adalah sektor angkutan jalan raya, sektor perdagangan besar dan eceran, sektor tanaman bahan makanan, sektor konstruksi dan sektor minyak dan gas bumi. Sektor yang termasuk didalam sektor kunci adalah sektor ini tanaman bahan makanan; sektor bangunan; sektor angkutan jalan raya; sektor angkutan laut, sungai, danau dan penyeberangan; sektor lembaga keuangan tanpa bank serta sektor jasa perusahaan. Sektor yang memiliki nilai pengganda output terbesar adalah sektor Angkutan jalan raya, sektor perdagangan besar dan eceran, sektor tanaman bahan makanan, sektor konstruksi dan sektor angkutan laut, sungai, danau & penyeberangan. sektor yang memiliki nilai pengganda pendapatan terbesar adalah sektor industri makanan, minuman, dan tembakau; sektor logam dasar, besi, dan baja; sektor semen dan barang galian bukan logam; sektor pupuk, kimia, dan barang dari karet dan sektor listrik Peningkatan output akibat dampak output dari investasi adalah sebesar 45,86 % dengan total output sebesar 15,61 trilyun rupiah. Peningkatan ouput juga mengiringi peningkatan PDRB sebesar 55,64% Dampak kenaikan pendapatan investasi di bangkalan secara total, sebesar 4,094 trilyun rupiah dengan persentase 44,7%. Strategi pengembangan wilayah di Kabupaten Bangkalan urutan prioritasnya adalah berdasarkan pengganda pendapatan, yaitu industri makanan, minuman, dan tembakau; sektor logam dasar, besi, dan baja; sektor semen dan barang galian bukan logam; sektor pupuk, kimia, dan barang dari karet; dan sektor listrikid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcRegional development managementid
dc.subject.ddcRegional developmentid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBangkalan-Jawa Timurid
dc.titleStrategi Pengembangan Wilayah Ekonomi Kabupaten Bangkalan.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordPengembangan wilayahid
dc.subject.keywordInput-Outputid
dc.subject.keywordsektor ekonomiid
dc.subject.keywordkebijakan investasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record