Show simple item record

dc.contributor.advisorRidla, Muhammad
dc.contributor.advisorKhotijah, Lilis
dc.contributor.authorArtanti, Okni Winda
dc.date.accessioned2019-11-22T02:29:30Z
dc.date.available2019-11-22T02:29:30Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100104
dc.description.abstractUbi kayu (Manihot esculenta) merupakan produk pertanian utama di Lampung. Daun ubi kayu digunakan sebagai pakan kambing di peternakan rakyat. Pada musim panen ketersediaan daun ubi kayu sangat melimpah, sedangkan daun ubi kayu memiliki sifat yang mudah busuk apabila hanya ditumpuk dalam keadaan segar, sehingga perlu dilakukan pengolahan fisik pakan. Pengolahan dapat dilakukan dengan cara pengeringan atau biofermentasi (ensilase). Metode pengeringan sangat bergantung pada cuaca. Kelemahan pada pengeringan daun ubi kayu, daun akan menjadi remah dan mudah hancur sehingga akan banyak biomasa daun yang hilang terutama pada saat penjemuran, pengangkutan, dan penyimpanan. Sedangkan silase, pembuatannya dapat dilakukan setiap saat tanpa dipengaruhi oleh musim, sehingga pembuatan silase merupakan alternatif metode pengawetan daun ubi kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemberian daun ubi kayu segar, kering atau silase terhadap performa, kecernaan, dan blood urea nitrogen (BUN) kambing PE jantan. Penelitian dilakukan di peternakan rakyat yang berlokasi di Desa Harapan Rejo, Lampung, Indonesia. Dua belas ekor kambing PE jantan (rataan bobot badan 21 ± 1.4 kg) yang dikelompokkan pada kandang individu dengan 90 hari percobaan (14 hari untuk adaptasi ransum perlakuan dan 7 hari koleksi feses). Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan: konsentrat + daun ubi kayu segar (P0); konsentrat + daun ubi kayu kering (P1); dan konsentrat + silase daun ubi kayu (P2). Konsentrat diberikan sebanyak 50% (3.5% BB) dan hijauan diberikan secara ad libitum masing – masing untuk setiap perlakuan. Peubah yang diamati meliputi uji karakteristik fisik daun ubi kayu kering dan silase, kandungan HCN, konsumsi nutrien, kecernaan nutrien, pertambahan bobot badan harian ternak (PBBH), blood urea nitrogen (BUN), pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum. Data dianalisis menggunakan sidik ragam. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata maka dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengolahan daun ubi kayu meningkatkan konsumsi bahan kering, protein kasar, total digestible nutrient (TDN), kecernaan, blood urea nitrogen (BUN), pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum. Kesimpulannya, Pengolahan daun ubi kayu dengan menggunakan metode pengeringan dan ensilase dapat menghasilkan kecernaan dan blood urea nitrogen yang lebih baik tanpa mempengaruhi performa pada kambing PE jantan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAnimal Nutritionid
dc.subject.ddcAnimal Feedingid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcLampung Tengahid
dc.titlePemberian Daun Ubi Kayu (Manihot esculenta) Olahan terhadap Performa, Kecernaan Zat Makanan dan Metabolit Darah Kambing PE Jantanid
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworddaun ubi kayuid
dc.subject.keywordkambing PE jantanid
dc.subject.keywordkecernaanid
dc.subject.keywordperformaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record