Upaya pengendalian Plasmodiosphora brassicae Wor. penyebab penyakit akar bengkak pada Brasscia Spp.
Dissertations
Date
1989Author
Djatnika, I
Tjitrosono, Siti Soetarni
Solahuddin, Soleh
Kachuud, Muhammad
Suseno, Rusmilah
Darmavan, Januar
Metadata
Show full item recordAbstract
Percobaan telah dilakukan di Sub Balai Hortikultura Penelitian Jawa Barat Segunung, Kabupaten Cianjur, (+1100 m di atas permukaan laut), dari Januari 1986 sampai dengan Januari 1988, dengan tujuan mengetahui keragaman ras fisiologis Plasmodiophora brassicae Wor. yang berasal dari lahan-lahan di Jawa Barat; mengevaluasi beberapa cara pengendaliannya; dan memadukan cara-cara pengendalian yang mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Hasil pengujian populasi P. brassicae dari 8 lokasi di Jawa Barat diperoleh 4 ras fisiologis. Ras-ras patogen tersebut adalah 23/31/31 dari Cisurupan, 22/31/31 dari Cikajang, 23/-/31 dari Cigombong, 23/-/15 dari Sukamanah, 22/-/31 dari Margahayu, 31/-/31 dari Parongpong dan Gunung Putri, serta 31/-/- dari Segunung.
Pada percobaan di rumah kaca, penggunaan kapur (CaO) yang dicampurkan ke dalam tanah dengan dosis O sampai dengan 10 g/kg tanah serta interval 0,5 g, untuk menekan serangan P. brassicae hasilnya beragam. Penggunaan mulsa daun jagung dapat menekan intensitas dan persentase serangan P. brassicae, sedangkan penggunaan mulsa plastik transparan atau daun krotalaria tidak berpengaruh pada serangan patogen itu. Penggunaan ketiga jenis mulsa tersebut tidak berpengaruh pada bobot daun kubis segar.
Ekstrak daun bawang putih kultivar Lumbu Hijau dengan konsentrasi 80.000 ppm yang digunakan untuk merendam benih kubis selama 24 jam sebelum disemaikan dapat mengurangi intensitas penyakit. Ekstrak umbi bawang putih dengan konsentrasi 70.000 ppm atau 90.000 ppm yang disemprotkan ke tanah dapat menurunkan intensitas serangan P. brassicae, tetapi ekstrak daun bawang putih dengan konsentrasi sama tidak mempengaruhi serangan patogen itu pada tanaman kubis. ...
Collections
- DT - Agriculture [785]


