Dampak dari regulasi biomassa Uni Eropa dan pajak ekspor terhadap impor minyak kelapa sawit.
| dc.contributor.advisor | Suharno | |
| dc.contributor.advisor | Nurmalina, Rita | |
| dc.contributor.author | Annas, Azwar | |
| dc.date.accessioned | 2019-10-24T07:51:13Z | |
| dc.date.available | 2019-10-24T07:51:13Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/99228 | |
| dc.description.abstract | Negara Uni Eropa merupakan konsumen terbesar kedua produk minyak kelapa sawit. Mayoritas produk tersebut diimpor dari Indonesia dan Malaysia yang merupakan dua negara terbesar produsen minyak kelapa sawit. Penggunaan minyak kelapa sawit di Uni Eropa sebagian besar digunakan untuk energi, namun perubahan komitmen Uni Eropa dalam menjaga perubahan iklim berpotensi merubah aliran perdagangan minyak kelapa sawit. Selain itu, perubahan pajak ekspor minyak kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia merupakan salah satu factor yang dapat merubah aliran perdagangan minyak kelapa sawit. Studi ini menganalisis dampak dari adanya perubahan komitmen dari Uni Eropa tentang penggunaan biodiesel yang tertuang dalam regulasi biomassa terhadap aliran ekspor minyak kelapa sawit dari Indonesia dan Malaysia. Studi ini menganalisis perubahan yang terjadi dengan melibatkan lebih dari 85 persen pasar ekspor minyak kelapa sawit dari Indonesia dan Malaysia yaitu sebanyak 61 negara importir refined palm oil (RPO) dan 23 negara importir crude palm oil (CPO). Analisis terhadap kedua jenis minyak kelapa sawit dibedakan dengan jelas untuk dapat melihat keterkaitan satu sama lain. Pendekatan analisis menggunakan model gravity untuk mengukur perubahan dan besaran aliran perdagangan minyak kelapa sawit akibat variable yang telah ditentukan. Hasil estimasi gravity model dibedakan menjadi dua yaitu hasil estimasi dari regresi Ordinary Least Squares (OLS) dan Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML). Hasil estimasi menggunakan PPML memberikan hasil yang lebih memuaskan, sedangkan hasil estimasi OLS menunjukkan adanya heteroskedastisitas. Variabel-variabel yang berpengaruh terhadap ekspor minyak kelapa sawit secara keseluruhan yaitu GDP negara importir, produksi, dan jarak ekonomis. Variabel pajak ekspor relative yaitu perbandingan pajak ekspor CPO terhadap pajak ekspor RPO memberi dampak positif pada perubahan perdagangan RPO, namun tidak signifikan mengurangi atau menambah perdagangan CPO. Variabel regulasi biomassa berdampak negatif dan signifikan terhadap perdagangan RPO ke Uni Eropa, namun tidak berdampak signifikan terhadap perdagangan CPO ke Uni Eropa. | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Agribusiness | id |
| dc.subject.ddc | Export Tax | id |
| dc.subject.ddc | 2016 | id |
| dc.subject.ddc | Bogor, Jawa Barat | id |
| dc.title | Dampak dari regulasi biomassa Uni Eropa dan pajak ekspor terhadap impor minyak kelapa sawit. | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | biodiesel | id |
| dc.subject.keyword | data panel | id |
| dc.subject.keyword | model gravity | id |
| dc.subject.keyword | pajak ekspor | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
MT - Economic and Management [3227]

