| dc.description.abstract | Diabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit degeneratif yang ditandai
dengan hiperglikemia. Diabetes melitus merupakan salah satu kondisi stres
oksidatif. Stres oksidatif adalah ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas
dengan antioksidan di dalam tubuh sehingga akan memicu kondisi patologis.
Antioksidan eksogen dibutuhkan untuk membantu kinerja antioksidan endogen
dalam memerangi radikal bebas, termasuk superoksida dismutase (SOD). Tepung
tempe kedelai dan tepung tempe kecambah kedelai merupakan sumber antioksidan
yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis profil imunohistokimia
antioksidan SOD pada jaringan pankreas tikus diabetes yang diberi ransum protein
dari tepung tempe kedelai dan tepung tempe kecambah kedelai. Penelitian ini
menggunakan 12 ekor tikus jantan galur Sprague dawley yang dibagi dalam empat
kelompok: (i) Tikus non diabetes (KN), (ii) Tikus diabetes (KP), (iii) Tikus diabetes
yang diberi perlakuan protein tepung tempe kedelai 10% (TK), dan (iv) Tikus
diabetes yang diberi protein tepung tempe kecambah kedelai 10% (TKK). Kondisi
diabetes didapat melalui injeksi aloksan dengan dosis 110 mg/kgBB secara
intraperitoneal. Tikus diberi perlakuan selama 28 hari. Jaringan pankreas diproses
dengan metode standar embedding parafin. Preparat jaringan pankreas diwarnai
dengan teknik imunohistokimia untuk mendeteksi kandungan antioksidan Cu,Zn-
SOD. Pemberian ransum protein dari tepung tempe kedelai (TK) dan tepung tempe
kecambah kedelai (TKK) dapat meningkatkan kandungan antioksidan Cu,Zn-SOD
pada jaringan pankreas tikus diabetes. Perlakuan protein tepung tempe kecambah
kedelai (TKK) memberikan hasil yang lebih baik (P<0,01) dibandingkan perlakuan
protein dari tepung tempe kedelai (TK) dalam meningkatkan kandungan
antioksidan Cu,Zn-SOD pada jaringan pankreas tikus diabetes. | id |