Hubungan tingkat infestasi larva penggerek padi kuning (Tryporyza incertulas walker (Lepidoptera : pyralidae) dengan tunas terserang dan kehilangan hasil padi

Date
1984Author
Prawirodihardjo, Justinus Soejitno
Sosromarsono, Soemartono
Barizi
Soeseno, Hari
M. Soehardjan
Metadata
Show full item recordAbstract
Penggerek padi kuning, Tryporyza incertulas (Walker) merupakan salah satu serangga hama yang banyak merusak pertanaman padi dan mempunyai penyebaran yang luas di kawasan Asia. Diduga insektisida kimiawi akan tetap merupakan komponen utama dalam kerangka program pengendalian terpadu terhadap hama penggerek padi, mengingat komponen-komponen yang lain masih lemah.
Tujuan penelitian adalah mempelajari hubungan antara berbagai tingkat infestasi larva penggerek padi kuning dengan tunas terserang dan kehilangan hasil pada berbagai umur tanaman, dosis pupuk nitrogen, varietas padi yang berbeda kerentanannya dan potensi pertunasannya.
Tergantung tujuannya, penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama, di rumah kasa atau di lapang Kebun Percobaan Muara, Bogor selama tahun 1979 sampai tahun 1981.
Dalam penelitian mengenai pengaruh stadia tanaman dan pupuk nitrogen digunakan varietas IR26 dan data yang dikumpulkan adalah perkembangan tunas terserang dan tidak terserang yang dilakukan tiap minggu, serta hasil panen berupa bobot gabah kering per dua rumpun. Untuk penelitian pengaruh pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan larva dan kerentanan varietas, data yang dikumpulkan adalah bobot larva dan pupa, daya bertahan hidup larva dan masa larva.
Infestasi larva penggerek padi kuning pada tanaman fase pertumbuhan vegetatif menimbulkan kerusakan lebih berat daripada infestasi pada tanaman fase pertumbuhan generatif. Hal ini terjadi karena pada fase pertumbuhan vegetatif tanaman mengandung nutrisi yang lebih baik, batang yang lebih lunak daripada fase pertumbuhan generatif, sehingga larva penggerek padi kuning lebih mudah menggerek masuk ke dalam batang dan tumbuh lebih baik. Infestasi larva penggerek pada fase pertumbuhan vegetatif mengakibatkan kehilangan hasil padi lebih banyak daripada fase pertumbuhan generatif. Untuk varietas IR26 umur 10 minggu setelah semai yaitu masa primordia merupakan periode kritik terhadap gangguan dari luar, sehingga infestasi larva penggerek yang ter-jadi pada periode tersebut mengakibatkan kehilangan hasil terbanyak. Ambang ekonomi penggerek padi kuning adalah rendah, dan ambang ekonomi penggerek padi kuning pada fase pertumbuhan vegetatif lebih rendah daripada fase pertumbuhan generatif. …
Collections
- DT - Agriculture [785]

