View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Produksi dan Konsumsi Biofuel Minyak Sawit dan dampaknya Pada Emisi CO2 (Studi kasus Indonesia).

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (23.81Mb)
      Date
      2019
      Author
      Elisha, Otaigo
      Fauzi, Akhmad
      Anggraini, Eva
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Mandat bauran biodiesel Indonesia ditetapkan pada tahun 2006 yang didorong keinginan untuk memperkuat keamanan energi nasional serta mengurangi kebutuhan energi fosil, memperkuat keseimbangan neraca pembayaran nasional dan kebutuhan untuk menurunkan emisi CO2, dan juga meningkatkan penggunaan CPO yang melimpah sebagai bahan baku biodiesel Salah satu kebijakan terbaru terkait biodiesel yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia adalah Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Permen ESDM RI) Nomor 12 tahun 2015. Peraturan tersebut merupakan perubahan ketiga atas Permen ESDM RI Nomor 32 tahun 2008 tentang penyediaan, pemanfaatan, dan tata niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai bahan bakar lain. Permen ESDM RI Nomor 32 tahun 2008 sebelumnya telah direvisi melalui Permen ESDM RI No 25 Tahun 2013 dan Permen ESDM RI No 20 Tahun 2014. Permen ESDM RI Nomor 12 tahun 2015 menetapkan kewajiban minimal pemanfaatan biodiesel sebagai campuran BBM untuk pemakaian di sektor transportasi PSO dan non PSO, industri dan komersil, serta pembangkit listrik secara bertahap dari tahun 2015 sampai 2025. Tren peningkatan produksi dan konsumsi biofuel berbasis kelapa sawit terjadi sejak tahun 2006 hingga 2018, dengan rata-rata peningkatan sebesar 15% dan 29% per tahun. Dari prediksi yang ada, produksi biodiesel saat ini masih dibawah produksi biodiesel ideal untuk memenuhi target yang telah ditetapkan, dimana pada tahun 2018 baru mencapai 3.9 juta kiloliter atau hanya 46% dari target. Kebutuhan biodiesel nasional di masa datang akan meningkat seiring dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah, dimana penggunaan biodiesel dinilai penting untuk alasan ekonomi dan lingkungan. Oleh karena itu, penelitian pada produksi dan konsumsi biofuel berbasis kelapa sawit di Indonesia serta potensinya dalam mengurangi emisi CO2 ini menjadi penting dan menarik untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) Memperkirakan angka produksi dan konsumsi biofuel berbasis kelapa sawit di Indonesia; (2) Memperkirakan pengurangan emisi CO2 dari angka konsumsi dan nilai moneternya; dan (3) Merancang skenario alternatif rekomendasi kebijakan biofuel berbasis kelapa sawit. Model sistem dinamik dikembangkan berdasarkan 4 tahapan, perkebunan kelapa sawit, produksi CPO, produksi dan konsumsi biofuel berbasis kelapa sawit, serta validasi model dengan test Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang mengkonfirmasi hubungan antara struktur dan fenomena. Hasil simulasi yang dilakukan dengan menggunakan kondisi existing menunjukkan bahwa produksi biodiesel masih berada dibawah jumlah yang ditetapkan dan tidak akan mampu memenuhi target produksi biodiesel sebesar 14,76 juta kiloliter pada tahun 2025. Penurunan emisi CO2 dalam periode analisis juga terjadi sebagai akibat penggunaan campuran biodiesel-diesel sebagai bahan bakar. Seiring dengan peningkatan penggunaan campuran biodiesel-diesel, emisi CO2 juga berkurang seiring dengan peningkatan 15% subsidi per liter biodiesel. Untuk itu, pemerintah Indonesia perlu melakukan berbagai upaya untuk memenuhi target produksi dan konsumsi yang telah ditetapkan. Dalam hal produksi, perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan supply CPO untuk biodiesel dengan cara meningkatkan produksi onfarm kelapa sawit dan mengurangi ekspor CPO sebesar 5%. Selain itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan investasi bdi sektor biodiesel, terutama pada proses produksi, pengolahan, efisiensi konversi industri, dan distribusi biofuel berbasis kelapa sawit. Upaya-upaya untuk mengurangi angka impor diesel berbasis fosil diperlukan untuk meningkatkan produksi dan konsumsi biodiesel domestik. Dalam hal permintaan, kebutuhan biofuel berbasis kelapa sawit selalu meningkat yang ditandai dengan peningkatan angka konsumsi setiap tahun. Untuk itu, yang perlu dilakukan antara lain meningkatkan efisiensi penggunaan biodiesel, membatasi penggunaan bahan bakar fosil, dan penambahan subsidi sebesar Rp 409 atau setara dengan peningkatan subsidi sebesar 15% pada produsen biofuel berbasis kelapa sawit. Peningkatan subsidi ini juga dilakukan di beberapa negara lain, seperti Malaysia, Brasil, Uni Eropa, Amerika serikat, dan Filipina. Hal ini seiring dengan meningkatnya komitmen pemerintah untuk mendorong pemanfaatan biofuel berbasis kelapa sawit sebagai alternatif bahan bakar fosil yang ketersediaannya terus menurun.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98579
      Collections
      • MT - Economic and Management [3190]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository