Show simple item record

dc.contributor.advisorWidiatmaka
dc.contributor.advisorSetiawan, Yudi
dc.contributor.advisorAmbarwulan, Wiwin
dc.contributor.authorSugiyanto, Tri Agus
dc.date.accessioned2019-06-24T03:02:08Z
dc.date.available2019-06-24T03:02:08Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97982
dc.description.abstractKabupaten Sikka pada tahun 2007 telah melakukan pemekaran wilayah, dari 12 menjadi 21 kecamatan. Hasil penelaahan awal menunjukan bahwa, terdapat permukiman, sawah, dan ladang/tegalan yang berada di kawasan lindung. Strategi dan arahan pengendalian tutupan/pengggunaan lahan diperlukan untuk memperkecil inkonsistensi keselarasan antara tutupan/penggunaan lahan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Tujuan utama dari penelitian ini adalah memprediksi perubahan tutupan/penggunaan lahan tahun 2032 dengan pemodelan Cellural Automata-Markov. Tujuan utama dapat dicapai dengan menjalankan tujuan rinci, sebagai berikut (1) menganalisis perubahan tutupan/penggunaan lahan di Kabupaten Sikka, (2) menganalisis faktor-faktor pendorong perubahannya, (3) membangun model prediksi perubahan tutupan/penggunaan lahan pada tahun 2032, (4) menganalisis keselarasan tutupan/penggunaan lahan terhadap pola ruang RTRW dan (5) menyusun arahan pengendalian tutupan/penggunaan lahan. Perubahan tutupan/penggunaan lahan dianalisis dari hasil interpretasi citra satelit secara visual. Faktor pendorong perubahan tutupan/penggunaan lahan dianalisis menggunakan regresi logistik biner dengan parameter kepadatan penduduk, kemiringan lereng, elevasi, kedekatan jarak dari jalan, sungai, kota kecamatan, dan permukiman existing. Prediksi perubahan tutupan/penggunaan lahan dianalisis dengan pemodelan Cellular Automata – Markov. Keselarasan tutupan/penggunaan lahan terhadap RTRW dan rekomendasi arahan pengendaliannya merupakan hasil analisis overlay dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tutupan/penggunaan lahan hutan dan kebun campuran berkurang karena dikonversi menjadi semak belukar, pertanian lahan kering dan permukiman selama periode 2008-2018. Luas hutan tahun 2018 adalah 34,910 ha (20.63%) berkurang 2,234 ha (-6.01%) dari tahun 2008, laju konversi hutan adalah 223.39 ha/tahun. Luas permukiman adalah 3,418 ha atau bertambah 555 ha. Hasil regresi logistik menunjukan, bahwa jarak dari jalan memberikan pengaruh paling besar terhadap perubahan tutupan/penggunaan lahan hutan, kebun campuran dan pertanian lahan kering. Prediksi tutupan/penggunaan lahan pada tahun 2032 di Kabupaten Sikka menunjukan, bahwa hutan berkurang sebesar -21.97%, dan pertanian lahan kering bertambah sebesar 24.60%. Hasil overlay dengan RTRW menunjukan, bahwa 43.34% selaras, 39.60% masih dapat berubah fungsi dan 17.06% tidak selaras dengan RTRW. Tutupan/penggunaan lahan yang terluas di kawasan lindung adalah pertanian lahan kering dan semak belukar. Rekomendasi arahan pengendalian tutupan/penggunaan lahan bersifat moderat dengan mempertahankan hutan di kawasan lindung, sawah yang sudah existing, dan mereboisasi semak belukar di kawasan lindung.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcNatural Resourcesid
dc.subject.ddcLand Useid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcSikka-Nusa Tenggara Timurid
dc.titleModel Perubahan Tutupan/Penggunaan Lahan dan Arahan Pengendaliannya di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordCA-Markovid
dc.subject.keywordGISid
dc.subject.keywordRTRWid
dc.subject.keywordPerubahan Tutupan/penggunaan lahanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record