Show simple item record

dc.contributor.advisorSudarsono
dc.contributor.advisorSuwardi
dc.contributor.authorWahyudi, Muhamad
dc.date.accessioned2019-05-13T07:35:09Z
dc.date.available2019-05-13T07:35:09Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97311
dc.description.abstractTurnover bahan organik tanah (BOT) merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengetahui berapa lama bahan organik dapat bertahan dalam tanah sebelum diemisikan ke atmosfer dalam bentuk CO2. Keberadaan BOT berkaitan dengan proses dekomposisi dan interaksinya dengan komponen tanah yang lain. Keberadaan BOT di dalam tanah berdasarkan ikatannya dibagi ke dalam tiga bentuk, yaitu bahan organik bebas (belum terlapuk), bahan organik berikatan dengan klei, dan bahan organik berikatan dengan seskuioksida. Sedangkan berdasarkan bentuk senyawanya BOT dibagi ke dalam tiga bentuk, yaitu asam humat, asam fulvat, dan humin. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui distribusi bentuk BOT dan hubungan fraksionasi BOT dengan turnover BOT di bawah tegakan pinus (Pinus merkusii) di Hutan Penelitian Dramaga (HPD) dan Taman Wisata Alam Gunung Pancar (TWAGP). BOT difraksionasi ke dalam bentuk BO bebas, BO terikat klei, dan BO terikat Fe dan Al. Selain itu, BOT juga difraksionasikan bentuk asam organiknya meliputi asam humat (HA), asam fulvat (FA), dan humin. Kadar mutlak bahan organik bebas dan bahan organik terikat Fe dan Al mengalami penurunan dari lapisan atas ke lapisan bawah, tetapi proporsi terhadap bahan organik tanah total meningkat. Sedangkan bahan organik terikat klei mengalami penurunan baik proporsi maupun kadar mutlaknya. Rasio klei/BOT di lokasi HPD yang lebih rendah dibandingkan lokasi TWAGP menunjukkan bahwa klei di lokasi HPD lebih banyak mengikat bahan organik dibandingkan dengan lokasi TWAGP. Potensi klei mengikat bahan organik di lokasi HPD secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan di lokasi TWAGP yang ditandai dengan rasio klei/BO-klei yang lebih tinggi. Kekuatan hubungan turnover BOT pada profil tanah di lokasi HPD adalah berkorelasi lemah dengan BO terikat klei, dan humin; berkorelasi cukup erat dengan BO terikat Fe dan Al, dan asam fulvat; berkorelasi erat dengan asam humat; serta berkorelasi sangat erat dengan BO bebas. Sementara pada lokasi TWAGP kekuatan hubungan turnover BOT berkorelasi tidak erat dengan BO bebas, BO terikat klei, dan humin; berkorelasi cukup erat dengan asam humat; berkorelasi erat dengan BO terikat Fe dan Al; serta berkorelasi sangat erat dengan asam fulvat.id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil Scienceid
dc.subject.ddcSoil Organic Matterid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleFraksionasi Bahan Organik Tanah di Bawah Tegakan Pinus (Pinus merkusii) di Hutan Penelitian Dramaga dan Taman Wisata Alam Gunung Pancar.id
dc.subject.keywordasam fulvatid
dc.subject.keywordasam humatid
dc.subject.keywordBOT Bebasid
dc.subject.keywordBOT terikat Fe dan Alid
dc.subject.keywordBOT terikat kleiid
dc.subject.keywordBOT totalid
dc.subject.keywordhuminid
dc.subject.keywordrasio klei/BOTid
dc.subject.keywordturnover BOTid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record