Show simple item record

dc.contributor.advisorSarwoprasodjo
dc.contributor.advisorSarwititi
dc.contributor.authorMutiono
dc.date.accessioned2019-04-29T02:43:38Z
dc.date.available2019-04-29T02:43:38Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97134
dc.description.abstractSebagai salah satu wujud dari peristiwa komunikasi, proses transfer ilmu pengetahuan yang terjadi dalam pendidikan kehutanan menjadi penting untuk diamati. Hal tersebut dapat memberikan pemahaman bagaimana komunikasi pedagogis berlangsung dan dapat menjadi landasan untuk membuat proyeksi hipotesis konsekuensi pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi dalam komunikasi pedagogis di Fakultas Kehutanan X, mengungkap berbagai faktor yang membentuk fakta tersebut dan memberikan proyeksi hipotesis dari konsekuensi proses-prosesnya. Paradigma penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivis melalui pendekatan kualitatif. Informan diambil secara purposif dengan melakukan observasi kelas, wawancara mendalam dengan dosen dan mahasiswa, studi dokumen-dokumen pendukung dan melakukan fokus grup diskusi. Analisisinya dilakukan melalui proses pentranskripsian hasil wawancara, pengkodingan, pengkategorisasian data dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat fakta-fakta yang mengarah pada gejala komunikasi yang belum efektif. Setidaknya terdapat 8 hambatan yang mengonstruksikan gejala tersebut. Delapan hambatan yang ditemukan antara lain adalah jumlah mahasiswa yang terlalu banyak, kemudahan untuk lulus mata kuliah, gap sosiopsikologis, stres pendidikan, ketidaksiapan dan penerimaan pesan baru, ketidaktertarikan, perbedaan latar belakang dalam mengikuti kuliah dan otonomi individu dan keilmuan yang tinggi namun tidak teraktualisasi dengan optimal. Situasi yang ada secara hipotetik telah membuat pesan pembangunan justru tidak tersampaikan melainkan hanya persoalan administrasi yang terjawab dalam komunikasi pedagogis yang berlangsung. Hal tersebut membuat budaya bisu semakin meningkat dan kekritisan yang membangun kesadaran mahasiswa menjadi tidak mampu tumbuh.id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSociologyid
dc.subject.ddcCommunication Developmentid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleKonstruksi Komunikasi Pedagogis Pendidikan Tinggi Kehutanan dalam Perspektif Konstruktivisid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordkomunikasi pedagogisid
dc.subject.keywordkonstruktivisid
dc.subject.keywordpendidikan tinggi kehutananid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record