Show simple item record

dc.contributor.advisorIndriyati, Lilik Tri
dc.contributor.advisorSuryaningtyas, Dyah Tjahyandari
dc.contributor.authorRizki Triwicaksono Cahyo P.
dc.date.accessioned2019-03-21T03:16:51Z
dc.date.available2019-03-21T03:16:51Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96947
dc.description.abstractTanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman hortikultura yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Pengelolaan tanah-tanah mineral masam untuk kepentingan budidaya tanaman cabai menghadapi kendala seperti pH dan kapasitas tukar kation rendah, maka efisiensi pemupukan rendah dan pupuk yang diberikan mudah hilang tercuci oleh air. Salah satu upaya untuk memperbaiki kesuburan tanah adalah dengan pemberian bahan amelioran, seperti biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pembenah tanah yaitu biochar sekam padi, biochar tempurung kelapa, biochar kayu jeunjing, dan zeolit serta menentukan jenis pembenah tanah (biochar atau zeolit) terbaik terhadap sifat kimia tanah kaitannya dengan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) pada Latosol dan Regosol Dramaga. Percobaan ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal berupa zeolit dan jenis biochar. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dengan ulangan sebagai kelompok, yaitu tanpa biochar (B0), biochar sekam padi (B1), biochar tempurung kelapa (B2), biochar kayu jeunjing (B3), dan zeolit (B4). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 15 satuan percobaan. Percobaan dilakukan dalam dua set percobaan pada dua jenis tanah, yaitu Latosol dan Regosol Dramaga. Dosis biochar dan zeolit yang digunakan setara 15 ton ha-1 atau 450 per polibag. Penentuan dosis biochar dan zeolit didasarkan pada jumlah populasi tanaman cabai sebanyak 33,333 per hektar dengan jarak tanam 50cm x 60cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biochar sekam padi (B1), biochar tempurung kelapa (B2), biochar kayu jeunjing (B3), dan zeolit (B4) nyata meningkatkan ratarata tinggi tanaman, jumlah cabang daun, jumlah buah cabai merah keriting, bobot buah cabai merah keriting, Cadd, Kdd, Nadd, dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) pada Latosol Dramaga, serta bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, pH, Cadd, Kdd, Nadd, dan KTK pada Regosol Dramaga. Perlakuan biochar sekam padi (B1) menunjukkan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting dengan rata-rata tinggi tanaman 60 cm, jumlah cabang daun sebanyak 84, jumlah buah 24 per tanaman, dan bobot cabai merah keriting sebesar 47.83 g tanaman-1 atau setara dengan 1.59 ton ha-1 pada Latosol Dramaga. Semua perlakuan biochar menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting, tetapi terjadi kecenderungan peningkatan hasil yang lebih tinggi daripada perlakuan B0 pada Regosol Dramaga.id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddcChemical Soil Propertiesid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titlePengaruh Aplikasi Biochar terhadap Sifat Kimia Tanah dan Produksi Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.).id
dc.subject.keywordbiocharid
dc.subject.keywordLatosol Dramagaid
dc.subject.keywordRegosol Dramagaid
dc.subject.keywordzeolitid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record