Show simple item record

dc.contributor.advisorNugroho, Budi
dc.contributor.advisorAnwar, Syaiful
dc.contributor.authorHaerani, Novita
dc.date.accessioned2019-03-21T02:52:02Z
dc.date.available2019-03-21T02:52:02Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96935
dc.description.abstractKekurangan nitrogen pada jagung manis akan muncul sebagai gejala warna daun tua menguning karena proses klorosis. Penilaian kadar hara jaringan tanaman dapat dilakukan dengan menganalisis jaringan tanaman di laboratorium, tetapi membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang lama. Oleh karena itu, teknologi alternatif diperlukan untuk memecahkan keterbatasan ini, seperti membaca nilai merah (red, R), hijau (green, G) dan biru (blue, B) dari citra digital tanaman dihubungkan dengan data kadar hara tanaman yang distandarkan (diambil pada usia dan dianalisis dengan metode tertentu). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk hayati dan pupuk mineral terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis, membuat persamaan matematika dan korelasi antara warna RGB dengan kadar N-daun, serapan N tanaman, dan bobot tongkol jagung manis, dan membuat persamaan N-tersedia tanah dengan serapan N tanaman dan produksi jagung manis. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB dengan jagung manis sebagai tanaman indikator. Rancangan Acak Kelompok (RAK) berdasarkan lereng diterapkan, dengan sebelas kombinasi perlakuan pupuk hayati dan mineral. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (umur 7 MST) dan berat tongkol jagung (umur 10 MST/panen). Data warna daun diidentifikasi dengan memindai daun bendera (daun penyangga tongkol) fase silking. Hasil percobaan menunjukan pupuk hayati meningkatkan efisiensi hara pada variabel tinggi tanaman, brangkasan dan bobot tongkol. Persamaan linier berganda antara warna RGB dengan kadar N-daun, serapan N tanaman, dan bobot tongkol jagung manis, mempunyai R2 (koefisien determinasi) masing-masing 41.32, 26.49 dan 39.62 % dengan 74 anggota dan secara berurutan masing-masing berkorelasi nyata. Pada ketiga persamaan linier berganda tersebut warna R dan B mempunyai korelasi parsial bernilai positif, sedangkan warna G berkorelasi parsial negatif. Hubungan N-tersedia tanah dengan serapan N tanaman dan produksi jagung manis mempunyai R2 sebesar 0.67 dan 0.56 dengan n = 11.id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddcFertilizersid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleHubungan Warna Daun dengan Kadar N-Daun, Serapan N, dan Bobot Tongkol Jagung Manis pada Aplikasi Kombinasi Pupuk Hayati dan Pupuk Mineral.id
dc.subject.keywordN-daunid
dc.subject.keywordN-tersediaid
dc.subject.keywordRGBid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record