Pertumbuhan dan Perkembangan Scirpophaga innotata Walker (Lepidoptera : Pyralidae) pada Tanaman Padi di Tanah dengan Kandungan Kalium Berbeda

Date
1995Author
Suparno, Teddy
Sosromarsono, Soemartono
Wardojo, Sidarto
Manuwoto, Sjafrida
Rauf, Aunu
Musa, M. Sjarkani
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian bertujuan untuk memahami perkembangan penggerek batang padi putih Scirpophaga innnotata dalam tanaman padi yang ditanam pada tanah dengan kandungan kalium tersedia sangat rendah yang diberi tambahan pupuk kalium dari dari dosis sangat rendah sampai tinggi. Empat percobaan telah dilakukan yaitu (1) pertumbuhan dan perkem-bangan larva serta keperidian betina PBPP dalam tanaman padi, (2) kerusakan tanaman padi yang diinfestasi oleh larva PBPP, (3) perubahan kondisi fisik gerigi mandibel larva PBPP yang menggerek batang padi, dan (4) kejadian diapause. Untuk keempat percobaan itu digunakan tanah media tanam yang mengandung kalium tersedia sangat rendah (50 ppm K) dan silikat tersedia tinggi (141 ppm SiO) yang diberi perlakuan pupuk kalium dengan dosis 0, 75, 150, 225, dan 300 ppm K. Untuk percobaan kejadian diapause masih ditambah perlakuan kelengasan tanah, yaitu jenuh air (diberi air sampai setinggi 1-2 cm dari permukaan tanah dalam pot secara terus menerus), kapasitas lapang (26% air) dan setengah kapasitas lapang (13% air). Semua penelitian menggunakan varietas IR64. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada peningkatan pemberian pupuk kalium sampai 150 ppm K, pertumbuhan larva, laju perkembangan larva, keperidian, dan fertilitas telur nyata meningkat, kemudian menurun pada dosis 225 dan semakin menurun pada dosis 300 ppm K. Namun pemberian pupuk kalium pada dosis tinggi (225 ppm K dan 300 ppm K) itu menunjukkan angka keperidian dan fertilitas telur masih cukup tinggi, yaitu 200.2-264.0 telur per betina dengan fertilitas telur 92.0-94.0% untuk fase vegetatif dan 276.0-349.2 telur per betina dengan fertilitas 93.5-95.0% untuk fase generatif. Mortalitas larva pada kedua fase pertumbuhan padi yang diberi pupuk kalium dengan dosis tinggi adalah cukup tinggi, yaitu 35-60%.

