Show simple item record

dc.contributor.advisorDjoefrie, Mochamad Hasjim Bintoro
dc.contributor.authorOktavia, Ratna Nur
dc.date.accessioned2019-01-17T06:02:59Z
dc.date.available2019-01-17T06:02:59Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95921
dc.description.abstractTanaman sagu dipanen dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini menyebabkan timbulnya beberapa masalah yaitu penghasilan petani yang rendah, ketiadaan lapangan kerja, perambahan hutan dan mangrove, serta terjeratnya petani dalam sistem ijon. Penghasilan petani selama menunggu masa panen tanaman sagu dapat diperoleh melalui penanaman tanaman sela. Percobaan dilakukan mulai bulan Maret hingga Juli 2018 di Desa Tanjung Peranap, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Jenis tanah Desa Tanjung Peranap yaitu organosol. Tujuan percobaan ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman jagung manis terhadap pertumbuhan tanaman sagu. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor dengan dua ulangan. Faktor yang diamati terdiri atas dua taraf yaitu perlakuan P0 (monokultur) dan P1 (tumpangsari). Pertumbuhan tanaman sagu dan jagung manis tidak saling memengaruhi sehingga bibit sagu dapat ditumpangsarikan dengan tanaman jagung manis. Pertumbuhan pada perlakuan monokultur dan tumpangsari tanaman jagung manis tidak maksimal karena pH tanah yang masam.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agriculture University (IPB)id
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcSago Palmid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcRiau-Sumateraid
dc.titleSistem Tumpangsari Sagu (Metroxylon sago) dan Jagung Manis (Zea mays Saccharata) di Desa Tanjung Peranap, Kepulauan Meranti, Riau.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordpenghasilan rendahid
dc.subject.keywordperambahan hutan dan mangroveid
dc.subject.keywordsistem ijonid
dc.subject.keywordtanaman selaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record