Show simple item record

dc.contributor.advisorHardinsyah
dc.contributor.advisorTanziha, Ikeu
dc.contributor.authorAnshory, Jamil
dc.date.accessioned2019-01-17T05:16:53Z
dc.date.available2019-01-17T05:16:53Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95831
dc.description.abstractBerdasarkan data World Health Organization (2016) sekitar 124 juta anak mengalami obesitas di dunia. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi obesitas di Indonesia meningkat pada anak sekolah sebesar 18.8% lebih tinggi dibandingkan dengan anak balita, remaja, dan dewasa. Overweight terbukti menjadi prediktor obesitas dan faktor risiko metabolik di masa dewasa, berisiko berbagai macam penyakit kronis dan menganggu perkembangan psikologi anak. Berbagai studi telah membuktikan faktor kurang aktivitas fisik, diet yang tidak sehat, dan kualitas tidur yang buruk berkontribusi dalam risiko obesitas. Beberapa intervensi aktivitas fisik moderate to vigorous-intensity berbasis sekolah menunjukkan hasil yang signifikan pada penurunan indeks massa tubuh dan lemak tubuh anak overweight. Studi meta analisis terbaru menunjukkan bahwa durasi tidur anak < 7 jam per hari memiliki dua kali risiko mengalami overweight dan masalah kesehatan. Namun pencegahan dan penanggulangan anak overweight belum didapati yang menggabungkan aktivitas fisik dengan manajemen tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi aktivitas fisik dan manajemen tidur terhadap IMT/U dan lemak tubuh anak overweight. Desain yang digunakan quasi-experimental. Tempat penelitian SDN Kompleks IKIP dan SDN Kompleks IKIP 1 Makassar. Pemilihan sekolah dilakukan secara purposive. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2018. Populasi penelitian berjumlah 186 siswa kelas 5A dan 5B, pada tahap skrining 64 subjek mengalami overweight, 42 subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Intervensi diberikan selama 3 bulan, setiap kelompok terdiri dari 14 subjek, kelompok yang mendapatkan perlakuan manajemen tidur berupa (Sleep hygiene dan dzikir menjelang tidur) disebut (MT), kombinasi aktivitas fisik berupa (Endurance dan strength) dengan manajemen tidur (KA), dan sebagai kontrol (CT). Analisis perbedaan data pada tiga kelompok menggunakan uji kruskal-wallis, perbedaan data pada tiga kali pengukuran menggunakan uji friedman + post hoc wilcoxon Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik subjek dan orang tua tidak berbeda secara signifikan. Secara keseluruhan, setelah dilakukan intervensi terjadi peningkatan secara signifikan pada durasi tidur >7 jam per hari, kualitas tidur, dan tingkat kecukupan protein, tetapi tingkat kecukupan lemak dan karbohidrat menurun secara signifikan pada kelompok MT dan KA. Intervensi manajemen tidur tidak berpengaruh signifikan terhadap IMT/U dan lemak tubuh. Namun kecenderungan penurunan IMT/U sebesar +0.18 SD dan lemak tubuh +0.12 kg. Intervensi kombinsi aktivitas fisik dengan manajemen tidur berpengaruh signifikan terhadap penurunan IMT/U +0.27 SD dan lemak tubuh +0.56 kg. Studi lebih lanjut, disarankan dengan intervensi aktivitas fisik dan manajemen tidur lebih lama dan berkelanjutan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcNutrition Sciencesid
dc.subject.ddcOverweightid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcPropinsi Sulawesi Selatanid
dc.titlePengaruh Aktivitas Fisik dan Manajemen Tidur terhadap IMT dan Lemak Tubuh Anak Overweight di Kota Makassarid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordaktivitasid
dc.subject.keywordfisikid
dc.subject.keywordIMTid
dc.subject.keywordlemak tubuhid
dc.subject.keywordmanajemen tidurid
dc.subject.keywordoverweightid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record