View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Valorisasi Kayu Beech (Fagus sylvatica L.) dengan menggunakan Ledakan Uap – Studi Parameter. Dibimbing oleh I NYOMAN J WISTARA (Institut Pertanian Bogor – Indonesia),

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (10.46Mb)
      Date
      2018
      Author
      Simangunsong, Elizabeth Rouli
      Wistara, Nyoman J
      Brosse, Nicolas
      Ziegler-Devin, Isabelle
      L Chrusciel
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ledakan uap (LU) adalah sebuah teknik pra-perlakuan yang ramah lingkungan dan secara umum digunakan untuk mengoptimumkan nilai pemanfaatan kayu. Proses pra-perlakuan LU dapat menghasilkan gula dengan jumlah yang cukup tinggi dan hasil sampingan dengan jumlah yang rendah, meningkatkan nilai kalor produk, dan produk yang resisten terhadap penyerapan air. Pada penelitian ini, efek dari faktor kerusakan (R0) diteliti. R0 merupakan faktor tunggal untuk suhu dan waktu pra-perlakuan SE pada proses pembuangan gula pada kayu Beech. Tiga ukuran serbuk kayu gergajian (0.16, 1.00, and 2.00 mm) diberi perlakuan suhu 150, 170, 190 dan 210°C selama 2.5, 5, 10, dan 15 menit. Proses pra-perlakuan menghasilkan fraksi biomasa yang berbentuk padatan dan cairan. Fraksi biomassa yang berbentuk padatan dianalisis menggunakan kalorimeter bom untuk memperoleh nilai kalor atas (NKA) dan fraksi biomassa yang cair dianalisis menggunakan High-Performance Anion Exchange Chromatography coupled with Pulsed Amperometric Detection (HPAE-PAD) dan High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) untuk memperoleh nilai gula monomer dan nilai hasil sampingan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah gula tertinggi diperoleh saat R0 sebesar 3.65 (190ºC; 10 menit) dengan ukuran serbuk gergajian 1.00 mm. Sebagian besar jenis gula yang dihasilkan adalah xylosa dan glukosa. Seiring dengan peningkatan R0, jumlah gula yang dihasilkan menurun sementara jumlah hasil sampingan seperti fufural dan 5-hidroksilmetilfurfural meningkat. NKA tertinggi diperoleh pada fraksi biomassa yang berbentuk padatan yang diberi perlakuan R0 sebesar 4.41 (210ºC; 15 menit). NKA mengalami peningkatan sebesar 4.8% dari NKA awal.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95826
      Collections
      • MT - Forestry [1511]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository