Show simple item record

dc.contributor.advisorYuwono, Arief Sabdo
dc.contributor.authorRusly, Krisnanda Surya Kumara
dc.date.accessioned2019-01-16T06:39:00Z
dc.date.available2019-01-16T06:39:00Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95545
dc.description.abstractIndonesia masih belum memiliki standar dalam menilai kesehatan ekosistem. Laporan Indeks Kesehatan Lingkungan Hidup (IKLH) di Indonesia hanya mencakup kualitas udara, kualitas air dan tutupan hutan, sehingga dianggap kurang mewakili kesehatan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pendekatan kuantitatif untuk sistem penilaian ekosistem perkotaan dan untuk menentukan kesehatan ekosistem di beberapa kota di Jawa. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari dokumen pemerintah daerah dan mengolah data sehingga nilai masing-masing komponen berkisar dari 0 hingga 100. Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai IKLH di Malang adalah 75.14, di Yogyakarta adalah 74.96, di DKI Jakarta adalah 71.64 dan di Bogor adalah 75.06. Empat kota memiliki kualitas udara dan kualitas air yang baik berkisar dari 75-100. Namun nilai tutupan hutan memiliki nilai yang sangat rendah berkisar 16-17, nilai keanekaragaman hayati flora dan fauna mulai dari 52-62, sementara nilai kesehatan masyarakat berkisar antara 82-87 dan nilai kesehatan lingkungan antara 96-98.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agriculture University (IPB)id
dc.subject.ddcCivil Engineeringid
dc.subject.ddcHealth Indexid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcPulau Jawa-Indonesiaid
dc.titlePenyusunan Indeks Kesehatan Ekosistem Perkotaan di Pulau Jawa Sebagai Standardisasi Penilaian Nasional.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordekosistem perkotaanid
dc.subject.keywordkesehatan ekosistemid
dc.subject.keywordpenilaianid
dc.subject.keywordPulau Jawaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record