Show simple item record

dc.contributor.advisorSahara
dc.contributor.advisorAnggraeni, Lukytawati
dc.contributor.authorSitompul, Tiurmaida Krisanty
dc.date.accessioned2018-11-21T07:52:51Z
dc.date.available2018-11-21T07:52:51Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95241
dc.description.abstractPertumbuhan volume dan nilai ekspor subsektor perikanan menunjukkan bahwa perikanan memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Kinerja ekspor dipengaruhi oleh banyak aspek. Selain kebijakan tarif dan non tarif, fasilitasi perdagangan juga memengaruhi ekspor. Fasilitasi perdagangan meliputi kualitas infrastruktur dan kelembagaan. Permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah rendahnya kualitas fasilitasi perdagangan. Kualitas infrastruktur Indonesia secara keseluruhan hanya menempati urutan ke 60 dan kondisi kelembagaan menempati urutan ke 56 dari 138 negara. Rendahnya kualitas fasilitasi perdagangan ini mengakibatkan biaya perdagangan relatif tinggi. Oleh karena itu penting dianalisis bagaimana fasilitasi perdagangan memengaruhi ekspor perikanan, ekspor udang, dan ekspor tuna, tongkol, cakalang (TTC) sebagai komoditas utama ekspor perikanan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis perkembangan ekspor perikanan, komoditas udang dan tuna, tongkol cakalang (TTC), serta perkembangan kondisi fasilitasi perdagangan Indonesia , dan (2) menganalisis pengaruh fasilitasi perdagangan serta variabel terkait lainnya terhadap ekspor perikanan, udang, dan tuna, tongkol, cakalang (TTC) Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel dengan time series sepuluh tahun (2007-2016) dan data cross section yaitu sepuluh masing-masing negara tujuan utama ekspor. Tujuan penelitian yang pertama yaitu analisis perkembangan ekspor perikanan, komoditas udang dan tuna, tongkol, cakalang (TTC) dan fasilitasi perdagangan Indonesia dianalisis secara statistik deskriptif. Tujuan penelitian kedua mengenai pengaruh fasilitasi perdagangan terhadap ekspor perikanan Indonesia dianalisis dengan regresi data panel dengan gravity model dengan metode estimasi fixed effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume dan nilai ekspor perikanan, udang dan TTC Indonesia mengalami pertumbuhan. Demikian pula dengan kondisi fasilitasi perdagangan yang meliputi kualitas pelabuhan, supply listrik, indeks etika dan korupsi, serta efisiensi perdagangan lintas batas. Namun dibandingkan dengan negara-negara tujuan ekspor utama perikanan, udang, dan TTC, kondisi fasilitasi Indonesia masih tertinggal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa fasilitasi perdagangan dan variabel terkait lainnya berpengaruh pada ekspor perikanan, udang, dan TTC Indonesia, meskipun pengaruhnya berbeda pada ketiga model ekspor yang dianalisis. Pertama, variabel yang berpengaruh signifikan positif terhadap ekspor perikanan yaitu GDP per kapita negara mitra, kualitas pelabuhan, supply listrik, etika dan korupsi, efisiensi perdagangan lintas batas, dan harga ekspor. Variabel yang berpengaruh signifikan negatif yaitu GDP per kapita Indonesia, jarak ekonomi, dan non tarif. Kedua, variabel yang berpengaruh signifikan positif terhadap ekspor udang yaitu GDP per kapita negara mitra, supply listrik, serta indeks etika dan korupsi, sedangkan variabel-variabel yang berpengaruh signifikan negatif adalah GDP per kapita Indonesia dan jarak ekonomi. Ketiga, variabel yang berpengaruh signifikan positif terhadap ekspor TTC yaitu GDP per kapita negara mitra, supply listrik, efisiensi perdagangan lintas batas, dan harga ekspor. Variabel-variabel yang berpengaruh signifikan negatif adalah GDP per kapita Indonesia dan jarak ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian, agar ekspor perikanan Indonesia meningkat maka saran kebijakan dari penelitian ini adalah perlunya perbaikan kualitas fasilitasi perdagangan, terutama terkait dengan : pertama, pembangunan pelabuhan dengan fasilitas dan kapasitas yang baik, terutama di daerah-daerah di luar pulau Jawa dan perbatasan. Kedua, peningkatan kapasitas dan kualitas supply listrik yang berkaitan dengan peningkatan mutu produk perikanan. Ketiga, pemberantasan korupsi dan pungutan-pungutan liar dalam perdagangan perikanan Indonesia. Keempat, percepatan waktu ekspor mengingat sifat produk perikanan yang perishable. Selain perbaikan dan peningkatan kualitas fasilitasi perdagangan, Indonesia perlu menelaah kebijakan non tarif yang diberlakukan negara-negara tujuan ekspor agar dapat merumuskan dukungan domestik untuk produk perikanan agar mampu bersaing di pasar internasional.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.subject.ddcFishery Exportid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcIndonesiaid
dc.titlePengaruh Fasilitasi Perdagangan terhadap Ekspor Perikanan Indonesia.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordekspor,id
dc.subject.keywordfasilitasi perdaganganid
dc.subject.keywordmodel gravitasiid
dc.subject.keywordperikananid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record