Show simple item record

dc.contributor.advisorIndahwati
dc.contributor.advisorKurnia, Anang
dc.contributor.authorMandasari, Rizky
dc.date.accessioned2018-11-19T07:25:34Z
dc.date.available2018-11-19T07:25:34Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95174
dc.description.abstractIndonesia sebagai negara berkembang sering dihadapkan dengan masalah pengangguran. Angka pengangguran yang rendah dapat mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang baik serta mencerminkan kesejahteraan penduduk, dengan demikian setiap negara akan berupaya menurunkan tingkat pengangguran, tak terkecuali Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia secara umum menunjukkan trend penurunan mulai tahun 2005 sampai dengan 2015 (BPS 2015), dengan tingkat penurunan yang bervariasi antar provinsi. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) provinsi-provinsi di Indonesia sejak tahun 2005 sampai dengan 2015 yang diamati setiap 6 bulan sekali merupakan data panel. Provinsi-provinsi di Indonesia dari tahun 2005 sampai dengan 2015 memiliki nilai awal tingkat pengangguran terbuka yang berbeda satu sama lain, hal ini dicerminkan oleh plot TPT terhadap waktu. Selain itu pola pergerakan tingkat pengangguran terbuka dari waktu ke waktu untuk masing-masing provinsi juga memiliki pola penurunan yang berbeda. Keragaman nilai awal TPT antar provinsi dan laju perubahannya dari waktu ke waktu tersebut dapat dimodelkan melalui pendekatan model linier campuran (linier mixed model) dimana keragaman yang terjadi akan ditangkap dengan menggunakan struktur pengaruh acak. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan keragaman TPT yang terjadi antar provinsi di Indonesia beserta faktor-faktor eksternal yang diduga mempengaruhinya melalui pendekatan model linier campuran. Faktor eksternal yang diikutsertakan dalam pemodelan adalah kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin, upah minimum, PDRB dan investasi. Hasil pemodelan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia dengan pendekatan model linier campuran dapat secara efektif menangkap keragaman yang terjadi pada pola pergerakan TPT antar provinsi di Indonesia. Model terbaik yaitu model dengan intersep acak dan slope waktu acak yang mengindikasikan terdapat keragaman TPT antar provinsi yang terjadi pada nilai awal dan laju perubahannya dari waktu ke waktu. Rata-rata penurunan tingkat pengangguran terbuka sekitar 0,05% setiap 6 bulan sekali. Provinsi-provinsi dengan nilai TPT awal yang tinggi lebih besar laju penurunan TPT nya dibandingkan provinsi-provinsi dengan nilai TPT awal yang rendah. Setelah dikontrol oleh pengaruh waktu, pengaruh tetap yang signifikan mempengaruhi TPT adalah investasi dan kepadatan penduduk. Selain itu, TPT pada bulan Agustus cenderung lebih tinggi dibandingkan TPT pada bulan Februari.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcStatisticsid
dc.subject.ddcStatistical Modelid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcIndonesiaid
dc.titlePemodelan Data Panel Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia dengan Pendekatan Model Linier Campuranid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordData Panelid
dc.subject.keywordModel Linier Campuranid
dc.subject.keywordTingkat Pengangguran Terbukaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record