Show simple item record

dc.contributor.advisorSuharno
dc.contributor.advisorNurmalina, Rita
dc.contributor.authorZahra, Inas
dc.date.accessioned2018-11-15T04:27:36Z
dc.date.available2018-11-15T04:27:36Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95087
dc.description.abstractKondisi pergulaan Indonesia yang semakin defisit merupakan suatu permasalahan, di mana rendahnya produksi gula dalam negeri untuk menutupi tingginya tingkat konsumsi gula di Indonesia. Ketimpangan pola produksi dan konsumsi gula di Indonesia menjadi suatu permasalahan besar. Penurunan produksi gula dalam negeri menyebabkan tingginya permintaan akan kebutuhan impor gula di Indonesia. Permintaan gula dalam negeri yang semakin meningkat mengikuti pertambahan jumlah penduduk di Indonesia.Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Menganalisis besar kemampuan daya saing komoditas tebu dan 2). Menganalisis dampak pengaruh kebijakan pemerintah terhadap gula tebu di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan kombinasi antara penelitian menerangkan (explanatory research) dan penelitian deskriptif (deskriptif research). Jumlah sampel 40 responden dan populasinya adalah petani tebu di PG Trangkil dan Pakis Baru di kabupaten Pati. Data yang diperlukan yaitu data karakteristik meliputi jenis bibit, pemupukan, luas lahan, komponen biaya usahatani dan komponen pendapatan dan data petani responden Alat yang digunakan untuk memperoleh data primer yaitu kuesioner. Berdasarkan tujuan dan hasil analisis dari uraian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha tani tebu di pati pada tahun 2016 di Pati masih menguntungkan, hal ini karena kebijakan yang diberikan pemerintah secara signifikan telah memberi keuntungan pada usaha tani tebu baik kebijakan input maupun output. Kebijakan input berupa subsidi pupuk mengurangi biaya input sebesar Rp. 1 757 070.86/ha/th dan melalui kebijakan output meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp. 10 520 113.560/th/ha. Keuntungan yang didapat oleh petani rata rata sebesar Rp. 3 604 989.50 /ha/. Namun besarnya transfer input dan output pada produsen ternyata belum mampu mendorong daya saing komparatif gula petani di Pati. Berdasarkan daya saing komparatif (Nilai DRCR =1.2850 dan PRCR = 0.98 untuk siklus 4 tahunan) maka usaha tani tebu di Pati outputnya tidak mempunyai daya saing. Hal ini karena biaya input private tidak mampu membiayai sosial outputnya. Dengan demikian gula Indonesia belum bisa ditujukan sebagai komoditas ekspor.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.subject.ddcSugarcane Farmingid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcPati-Jawa Tengahid
dc.titleDaya Saing dan Dampak Kebijakan Pemerintah Terhadap Komoditas Tebu dengan Pendekatan Policy Analysis Matrix di Kabupaten Pati Jawa Tengahid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordDaya Saingid
dc.subject.keywordGulaid
dc.subject.keywordPolicy Analysis Matrixid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record