Kinerja Produksi Udang Vaname dan Rumput Laut dalam Sistem IMTA dengan Padat Tebar Ikan Baronang Berbeda
View/ Open
Date
2018Author
Verdian, Aldi Huda
Effendi, Irzal
Budiardi, Tatag
Diatin, Iis
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu upaya peningkatan produksi udang adalah dengan mengembangkan budidaya di laut dalam karamba jaring apung (KJA). Permasalahan budidaya udang di laut adalah adanya biofouling yang menempel di dinding jaring yang menghambat sirkulasi air dalam karamba, tingginya intensitas cahaya, produktivitas primer yang rendah dan dinamika air laut yang tinggi. Penerapan sistem integrated multi trophic aquaculture (IMTA) dapat dijadikan salah satu solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Penelitian ini menerapkan sistem IMTA dengan udang vaname (Litopenaeus vannamei) sebagai komoditas utama, ikan baronang (Siganus virgatus) sebagai kontrol biofouling (cleaner of biofouling) di dinding jaring, serta rumput laut (Kappaphycus alvarezii) sebagai selter udang terhadap intensitas cahaya, substrat pakan alami dan biofilter. Penelitian bertujuan untuk menentukan padat tebar ikan baronang yang tepat dalam sistem IMTA dengan menganalisis kinerja produksi udang vaname pada KJA. Penelitian diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan teknologi budidaya udang vanme di laut yang ramah lingkungan dan mampu meningkatkan produksi.
Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan penelitian adalah kombinasi udang+rumput laut+baronang dengan padat tebar ikan baronang yang berbeda: 0, 3 dan 6 ekor m-3. Selama 60 hari udang, baronang dan rumput laut dipelihara dalam satu wadah dengan menggunakan jaring ganda dengan pemberian pakan empat kali sehari sebanyak 5-7 % dari biomassa per hari dan selama masa pemeliharaan pemberian pakan hanya diberikan untuk udang. Sampling bobot udang dan fisika kimia air dilakukan 10 hari sekali. Parameter uji pada penelitian meliputi kinerja pertumbuhan, analisis isi lambung ikan baronang, fisika kimia air, analisis komponen biofouling, analisis kelimpahan plankton, dan analisis usaha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ikan baronang dengan padat tebar 3 ekor m-3 terbukti dapat meningkatkan kinerja produksi udang yang meliputi tingkat kelangsungan hidup sebesar 72.25 ± 5.23 %, laju pertumbuhan spesifik sebesar 2.72 ± 0.02 % hari-1, laju pertumbuhan harian sebesar 0.13 ± 0.001 g hari-1, rasio konversi pakan sebesar 2.46 ± 0.49, koefisien keragaman sebesar 18.54 ± 3.45 % dan 3.09 ± 0.01 kg m-2 untuk produksi udang. Secara umum, fisika kimia air selama penelitian masih dalam keadaan optimum.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan ikan baronang terbukti berpengaruh positif terhadap penerapan sistem IMTA pada udang vaname dengan padat tebar ikan baronang sebagai cleaner of biofouling yang tepat adalah 3 ekor m-3. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui kinerja produksi udang vaname pada KJA yang dibudidayakan dengan ikan baronang, rumput laut dan kekerangan dengan sistem IMTA.
Collections
- MT - Fisheries [3210]
