Show simple item record

dc.contributor.advisorWidyastutik
dc.contributor.authorNasywa, Faishal
dc.date.accessioned2018-11-05T06:10:44Z
dc.date.available2018-11-05T06:10:44Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94606
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu negara eksportir kayu lapis terbesar di dunia. Pada tahun 2012 sampai 2016, laju pertumbuhan ekspor kayu lapis Indonesia memiliki tren yang menurun. Hal ini berkaitan dengan negara-negara APEC yang merupakan negara tujuan utama ekspor kayu lapis Indonesia serta menerapkan hambatan tarif maupun non tarif. Hambatan non tarif yang diterapkan di negara-negara APEC adalah SPS (Sanitary and Phytosonytary) dan TBT (Technical Barrier to Trade). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kinerja ekspor kayu lapis Indonesia ke APEC dan dampak NTMs terhadap ekspor kayu lapis Indonesia pada periode 2012 sampai 2016. Cakupan APEC meliputi Australia, Kanada, China, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia baru, Filiphina, Singapura, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam. Metode dalam pada penelitian ini yakni pendekatan inventory (frequency index dan coverage ratio) dan gravity model. Hasil estimasi menunjukkan GDP riil negara pengimpor, populasi negara pengimpor, jarak ekonomi, nilai tukar rupiah terhadap mata uang APEC dan coverage ratio TBT dan SPS berpengaruh nyata terhadap volume ekspor kayu lapis Indonesia.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcExportsid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcN.APECid
dc.titleDampak Non-Tariff Measures (NTMs) terhadap Ekspor Kayu Lapis Indonesia ke Negara-negara APEC periode 2012-2016id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordkayu lapisid
dc.subject.keywordgravity modelid
dc.subject.keywordNTMsid
dc.subject.keywordpendekatan inventoryid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record