Show simple item record

dc.contributor.advisorHendrayanto
dc.contributor.authorIrianti, Alfin Ayu
dc.date.accessioned2018-10-17T02:15:43Z
dc.date.available2018-10-17T02:15:43Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94276
dc.description.abstractPerubahan penggunaan lahan dapat menyebabkan berubahnya fungsi lahan dalam meresapkan air dan melimpaskan aliran permukaan. Perubahan penggunaan lahan yang tidak menerapkan kaidah konservasi tanah dan air akan meningkatkan jumlah dan energi kinetik hujan sampai di permukaan tanah, sehingga sangat potensial meningkatkan laju aliran permukaan, erosi tanah, longsor, sedimentasi, pendangkalan sungai dan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan dan alih ragam hujan menjadi debit di Sub DAS Cimanuk Hulu. Hubungan antara hujan dengan perubahan penggunaan lahan dalam kaitannya dengan kajian aliran permukaan dan debit telah banyak dibuat model hubungannya, salah satunya model SWAT. Hasil analisis menunjukkan penggunaan lahan pada tahun 2013-2017 di Sub DAS Cimanuk Hulu mengalami perubahan. Penggunaan lahan berupa hutan tanaman, semak belukar, perkebunan, permukiman dan sawah mengalami penambahan luas. Penambahan luas terbesar terjadi pada penggunaan lahan berupa sawah sebesar 3 318.45 ha. Perubahan penggunaan lahan hutan tanaman, semak belukar, perkebunan, dan permukiman masing-masing sebesar 804.56 ha, 1.30 ha, 234.50 ha, dan 959.79 ha. Sedangkan penggunaan lahan berupa hutan lahan kering sekunder, lahan terbuka, pertanian lahan kering, dan kebun campuran mengalami pengurangan luas. Pertanian lahan kering merupakan penggunaan lahan yang mengalami pengurangan luas paling signifikan, yaitu sebesar 4 201.48 ha. Perubahan penggunaan lahan tersebut mempengaruhi alih ragam hujan menjadi debit. Koefisien aliran permukaan meningkat dari tahun 2011 sebesar 0.07 menjadi 0.09 pada tahun 2012 dan pada tahun 2013 menjadi 0.38. Aliran sungai yang berasal dari aliran permukaan mengalami peningkatan dari 2013-2017 sebesar 186 mm, sedangkan yang berasal dari aliran lateral dan aliran bawah tanah mengalami penurunan masing-masing sebesar 6.09 mm dan 171.95 mm.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcForest Managementid
dc.subject.ddcLand Useid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcGarut-Jawa Baratid
dc.titlePerubahan Penggunaan Lahan dan Alih Ragam Hujan Menjadi Debit di Sub DAS Cimanuk Hulu Kabupaten Garutid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordalih ragam hujanid
dc.subject.keywordDAS Cimanuk Huluid
dc.subject.keywordmodel SWATid
dc.subject.keywordpenggunaan lahanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record