Show simple item record

dc.contributor.advisorSumawinata, Basuki
dc.contributor.advisorDjajakirana, Gunawan
dc.contributor.authorLalytia, Kartika
dc.date.accessioned2018-10-09T03:57:11Z
dc.date.available2018-10-09T03:57:11Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94075
dc.description.abstractPenilaian kecukupan hara sangat berhubungan dengan produktivitas tanaman kelapa sawit. Kecukupan hara pada tanaman dapat diamati dengan melakukan analisis tanaman. Ada beberapa metode analisis tanaman yang sering digunakan, yaitu metode pengabuan basah dan pengabuan kering. Kedua metode ekstraksi tersebut membutuhkan waktu yang lama atau menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Mengingat jumlah contoh daun yang dianalisis sangat banyak dengan skala kebun kelapa sawit seluas 10.000 ha, maka diperlukan suatu metode alternatif yang cepat, sederhana dan juga murah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kemungkinan penggunaan metode ekstraksi HCl 1 N dan metode ekstraksi EDTA 0.05 M serta pengharkatan kadar kecukupan hara tanaman hasil ekstraksi HCl 1 N dan ekstraksi EDTA 0.05 M ke dalam kriteria kecukupan hara tanaman kelapa sawit yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi metode pengabuan basah dengan pengabuan kering dalam mengukur kadar kecukupan hara tanaman kelapa sawit kurang baik. Sedangkan, korelasi metode ekstraksi HCl dengan metode pengabuan basah atau pengabuan kering menunjukkan korelasi yang lebih baik. Metode ekstraksi HCl merupakan metode alernatif yang terbukti efektif, dan efisien dalam mengukur hara tanaman (K, Ca, Mg, dan Zn), akan tetapi, metode ekstraksi HCl belum dapat mengukur unsur Cu dengan baik. Oleh karenanya, unsur Cu tanaman kelapa sawit diukur dengan menggunakan metode ekstraksi lain, yaitu ekstraksi EDTA 0.05 M, meskipun unsur Cu tanaman kelapa sawit terukur dengan baik dengan metode ekstraksi EDTA, namun masih perlu diteliti lebih lanjut agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Hasil penelitian ini juga menunjukkan metode ekstraksi HCl dan ekstraksi EDTA dalam mengukur kadar hara tanaman (K, Ca, Mg, Zn, dan Cu) dapat dipergunakan sesuai dengan pengharkatan kriteria kecukupan hara tanaman kelapa sawit yang telah ditetapkan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddcPlant Analysisid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleEvaluasi Metode Ekstraksi HCl dan Metode Ekstraksi EDTA sebagai Metode Alternatif Analisis Hara pada Tanaman Kelapa Sawit.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordhara tanamanid
dc.subject.keywordpengabuan basahid
dc.subject.keywordpengabuan keringid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record