View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pola Pergerakan Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Ekosistem Sawah Irigasi dan Kelemahan Utama dalam Tindakan Pengendaliannya.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (20.26Mb)
      Date
      2018
      Author
      Siregar, Hamdan Maruli
      Priyambodo, Swastiko
      Hindayana, Dadan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tikus sawah merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas padi nasional. Sebagai hama yang bersifat multisektoral, tikus sawah memiliki mobilitas yang tinggi dalam melakukan aktivitasnya dan mampu beradaptasi dengan baik terhadap setiap perubahan kondisi lingkungan. Distribusi kerusakan akibat serangan tikus sawah dapat terjadi pada setiap musim tanam (hujan dan kemarau) di semua stadia pertumbuhan tanaman padi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai bioekologi tikus sawah merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki dalam melakukan tindakan pengendalian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pola pergerakan tikus sawah berdasarkan stadia pertumbuhan tanaman padi, serta menguji dan mengevaluasi pengetahuan, sikap, dan tindakan petani dalam pengendalian tikus sawah. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (KP BB Padi), Sukamandi, Subang dan lahan pertanaman padi milik petani di Desa Wirakanan, Indramayu. Kegiatan penelitian yang dilakukan adalah pemerangkapan tikus sawah dengan menggunakan linear trap barrier system (LTBS) dan survei petani. Pemasangan LTBS dilakukan di 2 jenis habitat, yaitu tepi kampung dan tanggul irigasi dengan 3 unit LTBS untuk setiap habitat. LTBS dipasang selama 1 musim taman dengan 3 periode pemasangan, yaitu stadia vegetatif, awal generatif, dan akhir generatif. Pada setiap periode pemasangan, LTBS dipasang selama 25 hari dan dipindah sejauh 200 m dari posisi awal pemasangan. Pengamatan LTBS dilakukan setiap hari pada setiap periode pemasangan. Variabel yang diamati adalah komposisi tangkapan, jumlah tangkapan, arah tangkapan, nisbah kelamin tangkapan, dan kerusakan tanaman padi akibat serangan tikus sawah. Metode yang digunakan dalam pengamatan kerusakan tanaman padi adalah double diagonal dengan 50 sampel rumpun padi untuk setiap petak pengamatan. Pengambilan sampel dilakukan pada setiap periode pemasangan LTBS yang meliputi stadia anakan maksimum, bunting, dan pematangan. Sementara itu, survei petani dilakukan melalui wawancara langsung terhadap petani padi yang ada di sekitar lokasi pemasangan LTBS. Jumlah petani responden yang dipilih adalah 20 orang untuk setiap lokasi. Data yang dikumpulkan meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan petani dalam melakukan pengendalian tikus sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan LTBS berdasarkan stadia pertumbuhan tanaman padi berpengaruh terhadap rata-rata jumlah tangkapan tikus sawah. Stadia awal generatif merupakan periode pemerangkapan dengan rata-rata jumlah tangkapan tertinggi. Sebaliknya, pada stadia vegetatif dan akhir generatif rata-rata jumlah tangkapan relatif sama rendahnya. Meskipun demikian, stadia pertumbuhan tanaman padi tidak sepenuhnya berpengaruh terhadap aktivitas pergerakan tikus di pertanaman padi. Tikus selalu bergerak aktif (keluar-masuk) pada setiap stadia pertumbuhan dan tidak tinggal menetap di dalam pertanaman padi. Begitu pula dengan nisbah kelamin tikus yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pergerakan tikus jantan dan betina pada setiap stadia pertumbuhan tanaman padi. Salah satu faktor penyebab rendahnya tingkat keberhasilan pengendalian tikus sawah adalah rendahnya tingkat pengetahuan petani mengenai strategi pengendalian tikus sawah. Petani cenderung melakukan tindakan pengendalian dengan cara yang dianggap lebih praktis dan ekonomis, sehingga tindakan pengendalian yang dilakukan seringkali tidak tepat. Beberapa kelemahan utama petani dalam pengendalian tikus sawah, yaitu pengamatan yang lemah, pengendalian yang bersifat individual, dan ketidaktepatan dalam menentukan waktu pengendalian, sasaran pengendalian, dan teknik pengendalian.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93974
      Collections
      • MT - Agriculture [4000]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository