Show simple item record

dc.contributor.advisorWidyastuti, Rahayu
dc.contributor.advisorSantoso, Sugeng
dc.contributor.authorSulistyorini, Endang
dc.date.accessioned2018-09-17T03:16:36Z
dc.date.available2018-09-17T03:16:36Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93796
dc.description.abstractKabupaten Kapuas Hulu merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, baik pada tingkat spesies maupun ekosistem. Sistem pengelolaan hutan di Kabupaten Kapuas Hulu selama ini kurang optimal sehingga luasan hutan dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan dan kualitas hutan semakin menurun. Oribatida merupakan mesofauna tanah dengan kelimpahan sangat tinggi. Oribatida berperan penting dalam mendekomposisi bahan organik tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh dari enam tipe penggunaan lahan (yaitu hutan primer, hutan sekunder, hutan karet, hutan paska bakar, belukar muda dan belukar tua) dan pengaruh faktor lingkungan terhadap kelimpahan dan keanekaragaman Oribatida. Sampel tanah dan serasah diambil dengan menggunakan metode transek sepanjang 100 m dengan 10 titik sampling pada kedalaman 0-5 cm. Ekstraksi Oribatida dilakukan dengan menggunakan alat Berlese Funnel Heat Ex tractor. Identifikasi Oribatida dilakukan sampai pada tingkat famili dan nilai keragaman takson dihitung dengan menggunakan Shannon diversity index. Oribatida yang ditemukan di enam tipe penggunaan lahan di Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu berjumlah 36 famili. Kelimpahan Oribatida di hutan karet menunjukkan kelimpahan tertinggi (592.5 individu.m-2) diikuti hutan sekunder (317.5 individu m-2), hutan primer (287.5 individu m-2), hutan paska bakar (195 individu m-2), belukar muda (157.5 individu m-2) dan belukar tua (142.5 individu m-2). Nilai index keanekaragaman menurut Shanon Wiener (H’) berkisar antara 1.71 - 2.64 yang berarti memiliki nilai dengan keanekaragaman sedang. Kelimpahan dari Nanhermaniidae berkorelasi positif dengan pH tanah. Kelimpahan dari Phtiracaridae, Malaconotrhidae, and Neoliodidae berkorelasi positif dengan karbon organik tanah sedangkan kelimpahan dari Oppiidae berkorelasi negatif. Kelimpahan dari Eupthiracaridae, Malaconothridae, and Neoliodidae berkorelasi positif dengan N total. Kelimpahan dari Zetorchestidae, Hemilleidae, Hermannidae and Mesoplophoridae berkorelasi positif dengan C/N rasio. Kelimpahan dari Protoribatidae berkorelasi negatif dengan suhu tanah. Kelimpahan dari Galumnidae, Thrypochthoniidae, Neoliodidae, Malaconotrhridae, and Phtiracaridae berkorelasi positif dengan kadar air sedangkan kelimpahan Oppiidae berkorelasi negatif.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil Biotechnologyid
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcKalimantan Baratid
dc.titleKeanekaragaman Oribatida (Acari) pada Tipe Lahan yang Berbeda di Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordoribatidaid
dc.subject.keywordkelimpahanid
dc.subject.keywordkeanekaragamanid
dc.subject.keywordtipe penggunaan lahanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record