| dc.description.abstract | Learning strategy adalah proses otak mempelajari dan menyusun strategi
yang paling menguntungkan dalam mencapai target. Learning strategy yang kurang
baik berimplikasi pada kinerja otak yang kurang baik. Salah satu hal yang bisa
menyebabkannya adalah konsumsi methamphetamine (meth) atau sabu. Ada tiga
faktor yang menunjang learning strategy, yaitu perhatian, working memory, dan
motivasi. Wisconsin Card Sorting Test (WCST) digunakan dalam penelitian ini
untuk mengukur perhatian dan working memory. Responden mantan pengguna sabu
adalah laki-laki berjumlah 32 orang dan sedang direhabilitasi di Balai Besar
Rehabilitasi BNN Lido. Responden bukan pengguna sabu (kontrol) adalah laki-laki
berjumlah 32 orang merupakan mahasiswa dan/atau pegawai Institut Pertanian
Bogor yang tidak memiliki riwayat mengonsumsi narkoba terutama sabu. Mantan
pengguna sabu memiliki skor perseveration error, non-perseveration error, total
error, dan reaction time yang tidak sebaik bukan pengguna sabu dan secara
statistika berbeda nyata dibanding bukan pengguna sabu. Subgrup dari mantan
pengguna sabu, yaitu fase detox, fase entry, dan fase re-entry, tidak bermain WCST
sebaik bukan pengguna sabu serta skor perseveration error dan reaction time
berbeda nyata. Hasil tersebut menunjukkan bahwa learning strategy mantan
pengguna sabu tidak sebaik bukan pengguna sabu. | id |