Show simple item record

dc.contributor.advisorMoeljohardjo, Djoko S.
dc.contributor.advisorG.A. Wattimena
dc.contributor.advisorTjitrosomo, Siti Soetarmi
dc.contributor.advisorFakuara, Yahya
dc.contributor.advisorWirahadikusumah, Muhamad
dc.contributor.authorDarusman, Latifah Kosim
dc.date.accessioned2010-03-24T03:05:21Z
dc.date.available2010-03-24T03:05:21Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/928
dc.description.abstractPenelitian bertujuan untuk: 1) membandingkan tingkat pertumbuhan mikoriza akibat inokulasi mikosimbion, proporsi hara, aktivitas spesifik serta karakteristik kinetik enzim fosfatase-asam di daerah rizorfer; 2) mencari metabolit sekunder hasil proses asosiasi pada akar bermikoriza; 3) membandingkan aktivitas spesifik dan karakteristik kinetik enzim fosfatase-asam dan kinase, pola lipid, karbohidrat serta protein akar bermikoriza dan tidak bermikoriza; 4) mempelajari gejala antagonistik in vitro : S. columnare Berk. & Br. terhadap mikroba patogen. Telaahan mikroba menggunakan media PDA dan MEA dan media cair ME dan MMN. Bakteri uji yang digunakan adalah Staphylococcus aureus (ATCC 25922), Pseudomonas aeruginosa (ATCC 27853) dan P. solanacearum, sedangkan cendawan uji yang digunakan adalah Fusarium sp. dan Rhizoctonia solani. Hasilnya pertumbuhan miselia terbaik pada media PDA dan MEA, berat kering cendawan tertinggi diperoleh pada media ME. Aktivitas antibakteri tertinggi terhadap S. aureus (ATCC 25922) diperoleh pada ekstrak heksan PDA dan MEA dengan diameter zona bening yang terbentuk berturut-turut 23.4 dan 23.0 mm. Penelitian di persemaian menunjukkan inokulasi mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman yang ditunjukkan oleh penambahan tinggi bibit dan kenaikan berat basah akar sebesar 18.08 dan 20.25 %. Peningkatan pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya serapan fosfat, yang disebabkan peningkatan aktivitas dan laju maksimum enzim fosfatase-asam akar sebesar 21.85 dan 27.25 %. Inokulasi juga meningkatkan kandungan P pada batang yang berumur 36 minggu setelah tanam (mst) sebesar 14.04 %. P tersedia tanah yang diinokulasi setelah percobaan meningkat 9.38 % dibandingkan dengan P tersedia tanah sebelum percobaan.
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subject.ddcBiology
dc.titleTelaah Biokimiawi Proses Asosiasi Shorea selanica dan Scleroderma columnare : Suatu Pendekatan Biosintesisid
dc.title.alternativeIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.typeDissertations
dc.subject.keywordMycorrhiza inoculation
dc.subject.keywordPhosphatase enzyme activity
dc.subject.keywordSecondary metabolites
dc.subject.keywordAntimicrobial activity
dc.subject.keywordPlant growth enhancement


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record