Telaah Biokimiawi Proses Asosiasi Shorea selanica dan Scleroderma columnare : Suatu Pendekatan Biosintesis

Date
1995Author
Darusman, Latifah Kosim
Moeljohardjo, Djoko S.
G.A. Wattimena
Tjitrosomo, Siti Soetarmi
Fakuara, Yahya
Wirahadikusumah, Muhamad
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian bertujuan untuk: 1) membandingkan tingkat pertumbuhan mikoriza akibat inokulasi mikosimbion, proporsi hara, aktivitas spesifik serta karakteristik kinetik enzim fosfatase-asam di daerah rizorfer; 2) mencari metabolit sekunder hasil proses asosiasi pada akar bermikoriza; 3) membandingkan aktivitas spesifik dan karakteristik kinetik enzim fosfatase-asam dan kinase, pola lipid, karbohidrat serta protein akar bermikoriza dan tidak bermikoriza; 4) mempelajari gejala antagonistik in vitro : S. columnare Berk. & Br. terhadap mikroba patogen. Telaahan mikroba menggunakan media PDA dan MEA dan media cair ME dan MMN. Bakteri uji yang digunakan adalah Staphylococcus aureus (ATCC 25922), Pseudomonas aeruginosa (ATCC 27853) dan P. solanacearum, sedangkan cendawan uji yang digunakan adalah Fusarium sp. dan Rhizoctonia solani. Hasilnya pertumbuhan miselia terbaik pada media PDA dan MEA, berat kering cendawan tertinggi diperoleh pada media ME. Aktivitas antibakteri tertinggi terhadap S. aureus (ATCC 25922) diperoleh pada ekstrak heksan PDA dan MEA dengan diameter zona bening yang terbentuk berturut-turut 23.4 dan 23.0 mm. Penelitian di persemaian menunjukkan inokulasi mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman yang ditunjukkan oleh penambahan tinggi bibit dan kenaikan berat basah akar sebesar 18.08 dan 20.25 %. Peningkatan pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya serapan fosfat, yang disebabkan peningkatan aktivitas dan laju maksimum enzim fosfatase-asam akar sebesar 21.85 dan 27.25 %. Inokulasi juga meningkatkan kandungan P pada batang yang berumur 36 minggu setelah tanam (mst) sebesar 14.04 %. P tersedia tanah yang diinokulasi setelah percobaan meningkat 9.38 % dibandingkan dengan P tersedia tanah sebelum percobaan.

