Show simple item record

dc.contributor.advisorLubis, Ernani
dc.contributor.advisorPurwangka, Fis
dc.contributor.authorPrastyo, Andri
dc.date.accessioned2018-08-27T04:41:27Z
dc.date.available2018-08-27T04:41:27Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/92719
dc.description.abstractIkan merupakan suatu komoditas bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan (perishable food) karena adanya kandungan protein dan air yang cukup tinggi, oleh karena itu diperlukan suatu penanganan secara baik dan benar untuk mencegah agar penurunan mutu ikan tidak terjadi. Transportasi adalah suatu komponen penting yang digunakan untuk mempermudah dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari seperti mendistribusikan ikan hasil tangkapan nelayan dari pelabuhan perikanan ke daerah konsumen. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sarana transportasi yang digunakan dan penanganan ikan selama transportasi oleh pedagang untuk mendistribusikan ikan hasil tangkapan dari PPP Lempasing ke daerah konsumen, melakukan penilaian kembali mutu ikan di daerah konsumen setelah dilakukan transportasi dari PPP Lempasing ke daerah konsumen, menentukan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mutu ikan selama transportasi dari PPP Lempasing ke daerah konsumen, serta mendapatkan besaran harga ikan yang terbentuk di konsumen akhir dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian menggunakan metode studi khasus dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa, jenis transportasi yang digunakan oleh distributor untuk mendistribusikan ikan hasil tangkapan dari PPP Lempasing ke daerah konsumen di Kota Metro yaitu mobil pick-up dengan ukuran panjang 4.195 m, lebar 1.655 m, dan tinggi 1.850 m serta memiliki kapasitas angkut barang sebesar 820 kg. Jenis wadah yang digunakan pada saat pendistribusian oleh distributor berupa wadah fiber dengan ukuran panjang 80 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 70 cm. Berdasarkan penilaian organoleptik terhadap kenampakan insang, mata, dan penekanan otot, terjadi penurunan nilai dari masing-masing kenampakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya penurunan mutu ikan yang terjadi adalah cara pemberian es dan kondisi keranjang yang digunakan. Besaran harga ikan yang terbentuk ketika sampai di tangan konsumen yaitu Rp 23 019.84/kg untuk ikan tongkol dan Rp 17 019.80/kg untuk ikan kuniran. Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan harga ikan yaitu adanya biaya bahan baku pembelian ikan tongkol dan ikan kuniran, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFisheries resources utilizationid
dc.subject.ddcTransportid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcTeluk Betung, Lampungid
dc.titlePengaruh Transportasi terhadap Mutu dan Harga Ikan dari Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing ke Daerah Konsumenid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordkondisi transportasiid
dc.subject.keywordmutu dan harga Ikanid
dc.subject.keywordLempasingid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record