Show simple item record

dc.contributor.advisorIstomo
dc.contributor.advisorWibowo, Cahyo
dc.contributor.authorDahlan, Muhammad Maz'um
dc.date.accessioned2018-04-20T07:03:44Z
dc.date.available2018-04-20T07:03:44Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/92021
dc.description.abstractJenis rasamala (A. excelsa) dan jamuju (D. imbricatus) merupakan tumbuhan asli dan termasuk jenis yang kelimpahannya cukup banyak di kawasan TNGGP. Beberapa penelitian terakhir di TNGGP memperlihatkan kelimpahan kedua jenis tersebut hanya banyak ditemukan pada tingkat pohonnya (d>20cm), sedangkan permudaannya sulit ditemukan. Pada sisi lain, kawasan TNGGP tidak terlepas dari adanya gangguan-gangguan yang umum terjadi di kawasan taman nasional. Kasus-kasus seperti perambahan kawasan, illegal logging, perburuan liar, dan sengketa tata batas merupakan persoalan-persoalan dalam pengelolaan taman nasional yang kerap terjadi dan terus mengalami peningkatan. Dinamika persoalan sosial tersebut serta gangguan dari alam, dapat mengubah struktur dan komposisi vegetasi serta hasil suksesinya. Kajian Struktur dan sebaran jenis A. excelsa dan D. imbricatus dilakukan sebagai langkah awal dalam upaya penyelamatan kedua jenis asli tersebut. Kajian ini dilakukan di Resort Cimande dan Resort Selabintana Taman nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Sebanyak 3 plot kuadrat berukuran 50 x 50 m diletakkan secara purposif pada setiap kawasan zona hutan (Sub Montana dan Montana). Plot dibagi ke dalam petak-petak berukuran 10 x 10 m (Tiang), 5 x 5 m (pancang), dan 2 x 2 m (semai), untuk pengamatan permudaannya. Hasil penelitian menunjukkan nilai dominansi (INP) tertinggi untuk jenis A. excelsa terdapat pada tingkat pohon di Zona Sub Montana Selabintana (26.3%), sedangkan nilai INP tertinggi untuk jenis D. imbricatus terdapat pada tingkat pohon di Zona Montana Cimande (24.8%). Pola penyebaran kedua jenis mengelompok (Ip : 0.5-0.8) dan struktur tegakannya terpusat pada kelas diameter besar. Kerapatan tertinggi untuk jenis A. excelsa terdapat di Zona Sub Montana Selabintana pada kelas diameter 31-40 cm dan 51-60cm, serta untuk jenis D. imbricatus di Zona Montana Cimande pada kelas diameter 31-40 cm. Hasil analisis CCA (Canonical Correspondence Analysis) menunjukkan A. excelsa memiliki korelasi yang positif dengan variabel suhu. Selain faktor suhu, kadar C organic, N total, dan KTK tanah juga memiliki korelasi searah yang kuat dengan jenis A. excelsa. Berbeda halnya dengan jenis D. imbricatus yang memiliki hubungan yang kuat terhadap kadar C organik tanah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSilvicultureid
dc.subject.ddcBoth speciesid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleStruktur dan Sebaran rasamala (Altingia excelsa Noronha) dan jamuju (Dacrycarpus imbricatus Blume de Laub.) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Studi Kasus Resort Cimande dan Selabintanaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAltingia excelsaid
dc.subject.keywordDacrycarpus imbricatusid
dc.subject.keywordStrukturid
dc.subject.keywordSebaranid
dc.subject.keywordTNGGPid
dc.subject.keywordCCAid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record